Selamat Hari Kemerdekaan Malaysia, Semoga Kita Tetap Bersaudara



Source

Tidak seperti biasanya, kemarin anak gadis saya tampak lebih bersemangat ketika melakukan panggilan video call. Ia bercerita tentang pemberian diskon besar-besaran saat berbelanja apapun di pusat-pusat perbelanjaan ataupun memesan barang via online. “Apa ayah tahu, hari ini Malaysia berulang tahun. Hari ini hari kemerdekaan Malaysia. Kita dapat diskon besar hari ini untuk berbelanja banyak hal,” katanya.

Ia kemudian memperlihatkan dua gawai baru yang telah Ia beli. Pertama perangkat telepon genggam Xiaomi Note 7 dan kemudian Ipad. Peralatan kedua, katana, lebih Ia butuhkan untuk keperluan kuliah. “Biar kakak tidak perlu menghabiskan banyak buku untuk mencatat mata kuliah. Melalui perangakat ini kakak akan mudah dan bisa menyimpannya secara permanen selamanya,” kata Dia.

Anak saya sudah dua setengah tahun menjalani pendidikan di International Islamic University of Malaysia di Kualalumpur. Karena itu, Ia bisa menikmati diskon terhadap barang-barang yang Ia beli kemarin.

Saya tentu bahagia, Ia bisa mendapatkan pendidikan terbaik di salah satu kampus terbaik pula. Dan yang lebih patut dibanggakan lagi, tak sepeserpun saya perlu membayar kebutuhan kuliahnya. Semua itu ditanggung pemerintah Malaysia, termasuk uang jajannya.

“Ayah jangan lupa ya, tulis juga soal hari ulang tahun Malaysia ini,” pesannya sebelum mengakhiri percakapan kami saat itu. Ia tentu ingin berterima kaish kepada Malaysia, yang telah memberinya kesempatan untuk mengenyam pendidikan di negeraa tetangga tersebut secara gratis.

Sebagai orang tua, saya juga pasti akan berterima kasih. Di tengah biaya hidup yang semakin tak terkendali, anak saya bisa mendapatkan beasiswa dari pemerintah negara lain, Malaysia.
Kemarin, langit di Kota Putrajaya memang snagat cerah. Warga Malaysia, dari berbagai tempat, datang berkumpul di kota yang menjadi kepusat pemerintahan tersbeut, untuk mengikuti parade Hari Nasional 2019 yang menandai 62 tahun kemerdekaan Malaysia.

Warga yang bersemangat, bahkan sudah berdatangan sejak subuh. Mereka sudah sampai di lokasi acara sejam jam 5 pagi. Mereka tentu datang dengan pakaian bertema hari kemerdekaaan dan membawa bendera Malaysia.

Saat itu, Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail dan suaminya Datuk Seri Anwar Ibrahim, pejabat utama yang paling awal yang tiba di sana. Barulah pada pukul 07.50, Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad menyusul untuk menghadiri acara tersbeut. Tetapi Mahatir tidak didampingi istrinya, karena sedang menjalani perawatan di rumah sakit sejak awal pekan lalu karena diare ringan.

Malaysia berbeda dnegan kita Indonesia. Negara mereka berbentuk kerajaan dengan sitem federal yang terdiri dari 13 negara bagian.

Dirgahayu Malaysia yang ke-64. Semoga cita-cita mu menjadi negeri yang bersih, seperti tema ulang tahun pada 2019 ini; Sayangi Malaysiaku: Malaysia Bersih bisa tercapai. Sebagai negara serumpun, semoga hubungan baik dengan Indonesia juga semakin erat.

center>@zainalbakri



Comments 1