Persiapan Pesta Pernikahan yang Melelahkan


image.png

HARI Kamis kemarin merupakan hari yang amat melelahkan. Hari itu ada pesta perkawinan anak tetangga saya. Rumahnya persis bersebelahan dengan rumah saya. Karena itu saya menjadi salah satu panitia yang paling sibuk. Kesibukan ini bukan hanya pada hari pesta digelar.

Namun kami semua yang terlibat di dalam kepanitiaan sudah mulai bekerja menyipakan tempat dan kebutuhan lainnya sejak tiga hari sebelum hari h.

Karena itu setelah para tamu pulang, kami seperti mainan kehabisan baterai. Langsung berhenti dan susah bergerak. Tubuh terasa lemas. Beberapa bagian dari tubuh seperti pada pergelangan kaki, lutu dan lengan, terasa nyeri karena tak henti-hentinya bergerak dan mengangkat beban berat.

Tetapi melihat keberhasilan acara itu, kami semua merasa gembira. Karena sudah menjadi kewajiban kami para tetangga untuk membantu secara penuh setiap ada kegiatan yang digelar oleh salah satu warga.
#

image.png

Begitu juga ketika kita membuat acara warga lain akan membantu dengan sukarela. Begitulah prinsip yang dilakukan warga di kompleks saya yang sekarang ini sepertinya tak lagi udah ditemukan. Karena itu saya juga bersyukur memiliki tetangga yang masih memiliki sikap saling tolong menolong.

Sementara beberapa teman saya yang hidup di kota besar megaku sudah tak pernah merasakan perhatian serupa dari tetangganya. Jika ingin menggelar pesta pernikahan anak, maka jangan harap tetangga akan datang untuk memasak. Kita harus menggunakan jasa catering.
#

image.png

Tak hanya itu, semua kebutuhan lain juga tak mungkin disiapkan tetangga. Itulah yang membedakan secara kontras pola hidup sosial masyarakat di pedesaan dengan masyarakat di perkotaan.

Dan karena kesibukan mengurus pesta pernihan inilah yang membuat saya tidak sempat membuat postingan untuk platform ini.

#
Zainal Bakri


Comments 3


Bapak memang tetangga yang baik. Salut banget

08.01.2021 14:31
0

hehe. baik bacut bang @midiagam. baik that meudeh boh pane

08.01.2021 16:11
0

Hehee

09.01.2021 00:20
0