Menunggu Mobil Listrik Produk Indonesia



Source

Indonesia sekarang mengahdapi begitu banyak persoalan dalam bidang lingkungan. Indonesia yang dulu dipuja sebagai surga dunia di daerah khatulistiwa, hari ini mulai dicerca karena masalah lingkungan. Hal yang paling buruk adalah kabut asap. Setiap tahun Indonesia mengadapi masalah kebakaran hutan hingga menyebabkan asap menyelimuti banyak provinsi di negara ini.

Tak hanya harus menyengsarakan warga sendiri. Kabut asap akibat kebakaran hutan ini bahkan menyebar hingga ke negara tetangga. Malaysia dan Singapura pernah komplain dengan asap yang dikirim Indonesia.

Selain asap, masalah limbah juga mulai mencuat. Banyak limbah impor, limbah plastik, limbah industri dan limbah rumah tangga, yang tak tertangani dengan baik. Di banyak kota, gunungan sampah selalu ada.

Hari ini, ditambah lagi dengan tingkat polusi udara yang amat parah terjadi di ibu kota negara, Jakarta. Jakarta menajdi kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia. Kondisi ini tentu tidak lagi sehat bagi warganya.

Pemerintah harus berusaha keras untuk mengatasi polusi yang semakin parah tersebut. Tak hanya di tingkat Pemprov DKI, Presiden Joko Widodo pun telah turun tangan. Baru-baru ini, presiden telah menandatangani peraturan yang akan mempercepat pengembangan mobil listrik di Indonesia.

Kenapa mobil listrik?

Mobil listrik adalah kendaraan tanpa timbal. Dari mobil listrik tak ada has carbon monoxida yang keluar dari knalpotnya. Bahkan tak bersuara. Karena itu, pemerintah memandang pelru untuk mengeluarkan regulasi untuk mempercepat agar mobil ini bisa segera beropeasi di Jakarta.

Peraturan yang sudah ditandatangani presiden itu menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendorong industri otomotif, untuk sesegera mungkin mulai merancang dan mempersiapkan produksi mobil listrik di Indonesia.

Menurut pemerintah, nikel, logam yang merupakan bahan utama dalam produksi baterai lithium-ion untuk kendaraan listrik generasi terbaru, sangat melimpah di Indonesia. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan pihak industri.

Perusahaan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company siap untuk menggelontorkan investasi senilai $ 2,8 miliar untuk membangun pabrik kendaraan listrik di Jawa Barat. Mereka bahkan berupaya menjadikan Indonesia sebagai pusat ekspor utama. Hyundai bertujuan untuk memulai operasi pada tahun 2022 mendatang.


center>@zainalbakri


image


Comments 0