Lingkungan Mulai Berubah, Apakah Anda Peduli?



Source

Perubahan iklim di dunia telah berdampak begitu parah terhadap sektor pertanian. Australia, salah satu negara pengekspor gandum terbesar di dunia, kini terpaksa mengimpor biji-bijian tersebut untuk pertama kalinya dalam 12 tahun karena kekeringan di seluruh negara bagian timur Australia yang berimbas pada merosotnya tingkat produksi.

Tak hanya di Australia. Sebagian besar wilayah Asia, juga dilanda kekeringan. Menurut data dari Bank Pembangunan Asia yang berbasis di Manila, kekeringan parah juga terjadi di Laos, Filipina, Thailand dan Vietnam. Sementara Kamboja, Indonesia, Malaysia dan Myanmar semuanya mengalami kekeringan sedang.

Kekeringan di China juga bisa terlihat pada menyusutnya air di Sungai Mekong, sungai yang dikenal di Cina. Permukaan air secara di sungai ini menurun drastis. Di timur laut Thailand, sungai-sungai di sana permukaan airnya juga surut hingga berada pada level terendah dalam 100 tahun terakhir.



Source

Pada 25 Juli lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB) mengumumkan bahwa 55 kabupaten dan kota telah menyatakan status kesiapan darurat kekeringan.

Seorang juru bicara Dewan Ekspor Australia mengatakan bahwa pendapatan ekspor Australia dari pertanian ditetapkan turun 4,5 persen selama tahun keuangan 2019-2020 karena produksi yang lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh kekeringan yang melanda wilayah timur negara.

Thailand,juga mengumumkan menderita kekeringan terburuk dalam lebih dari satu dekade. Kondisi ini mengancam produksi beras negara Gajah Putih tersbeut pada tahun ini sebagai negara pengekspor beras terbesar kedua di dunia.

Sebelumnya, daerah luas di provinsi utara dan timur laut Thailand, menjadi lokasi intensifikasi padi di Thailad. Sekarang wilayah tersebut dinyatakan sebagai daerah yang dilanda kekeringan karena sungai dan bendungan mengering.


Source

Betapa seriusnya kekeringan telah menjadi bukti minggu ini ketika ribuan orang berbondong-bondong untuk melihat puing-puing yang muncul dari sebuah kuil Buddha di Thailand tengah. Kuil itu tenggelam 20 tahun lalu saat pembangunan bendungan.

Hari ini bendungan itu berkapasitas 3 persen. Bendungan dengan kapasitas 960 juta meter kubik it, biasanya mengairi lebih dari 526.000 hektare lahan pertanian di empat provinsi. Namun saat ini kekeringan telah menurunkan kemampuan drainasenya menjadi hanya 1.214 hektare di satu Provinsi Lopburi.

Kisahnya hampir sama untuk sebagian besar Asia Tenggara. Kekeringan di wilayah tersebut diperburuk oleh efek cuaca El Nino, yang lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya. El Nino adalah fase hangat dari El Nino-Southern Oscillation dan dikaitkan dengan gelombang air laut hangat yang berkembang di Pasifik khatulistiwa tengah dan timur.



Source

Indonesia juga menjadi salah satu negara yang menderita akibat kondisi cuaca kering yang berkepanjangan ini.

Sekarang, sebelum terlambat saatnya semua orang untuk berpikir serius pada lingkungan. Penggunana rumah kaca, freon, bahan bakar dari fosil dan bahan kimia lainnya yang berdampak serius pada alam, haru segera dikurangi secara ekstrem. Lebih lagi penggunana plastik yang telah terbukti sangat tidak ramah lingkungan.

Dunia yang hijau, kini perlahan telah berubah menjadi dunia yang gersang. Mari selamatkan bumi untuk kehidupan bagi anak-anak cucu kita kelak.


center>@zainalbakri


IMG-20190812-WA0020.jpg


Comments 1



Congratulations, your post has been selected by the @tys-project curator to get UPVOTE. Continue to share your content using the #actnearn tag. We are here to support great content creators on the ActnEarn platform. Learn more about @tys-project at this link.

PicsArt_07-17-03.16.05.png
If you are interested in supporting us, please delegate Steem Power through this link 25, 50, 100, 250, 500, 1,000, 2,500, 5,000, 10,000.

13.08.2019 06:28
0