[ATOMY P-1] Ulurkan Tangan Untuk yang Lain



Src

Ada banyak cara untuk berbuat baik. Begitu kata salah seorang sahabat saya. Bahkan, kata dia, kita bisa bebruat baik pada seseorang ketika orang itu sedang tidur, ribuan kilometer jauhnya dari tempat kita berada. Tanpa ia pernah tahu apa yang kita lakukan. Namun, dia akan merasakan dampaknya.

Penasaran saya pun bertanya. Bagaimana caranya? Dengan memanjatkan doa secara tulus. Di saat-saat doa dijanjikan diijabah oleh Allah Subnahuwataala. Seperti ketika di waktu tengah malam, usai bertahajud.

Saya terdiam. Dalam hati saya, jawabannya tepat. Patut untuk diterusan pada yang lain. Bahwa bebruat baik pada orang lain, tak mesti ketika berhadapa-hadapan dengannya. Berbuata baik pada orang lain, tak harus ketika tangan kita terjulur untuk menggenggam tangannya, menariknya dan kemudian tersenyum karena merasa telah menolongnya.

Jauh dari itu ada hal yang bisa dilakukan. Tanpa ada perasaan bangga, tanpa ada rasa puas atau bahkan merasa sombong karena telah mengutang budi padanya. Iya, ketika dia sedangbutuh pertolongan, kita mengirimnya doa secara tulus agar Allah mudahkan segala urusannya. Allah Yang Maha Kuasa, yang lebih bekuasa dari semua makhluk ciptaan-Nya, kita mohon untuk menolongnya.


Src

Itulah salah satu kebaikan yang bisa kita lakukan pada orang lain tanpa orang itu mengetahuinya. Sehingga tidak akan pernah ada rasa ujub, karena kita sudah merasa membantu orang lain.

Jadi benar bukan? Ada banyak cara untuk menolong orang lain.

Bahkan menurut saya, menulis seperti ini, memberikan pemahaman yang baik, berbagai pengalaman dan mengajak orang untuk selalu bersikap baik pun adalah sebuah upaya menolong orang lain.

Karena ketika seseorang mendapat sesuatu yang bermanfaat, mendapat pencerahan atau merasa menemukan solusi dari masalah yanga ia hadapi dengan membaca apa yang kita tulis, sesungguhnya pada saat itu kita juga sudah membantunya.

Dalam kasus ini bahkan lebih tidak langsung dari pada kita mengirim doa yangsudah jelas tertuju pada seseorang. Sementara dalam contoh kedua, kita tak pernah tahu siapa yang sudah membaca dan siapa yang bisa mendapatkan manfaatnya.

Yang terpenting adalah ketika kita menulis sesuatu, kita berniat untuk ebrbagi pada yang lai. Saya kira itu sudah cukup bagi kita yang melakukan. Selebihnya kita hanya bisa berdoa agar semua orang yang di luar sana, bisa terinspirasi, bisa terbantu dan merasakan manfaatnya.

Begitu juga untuk diri kita sendiri. Jangan pernah lelah untuk selalu menginspirasi. Jangan pernah lelah untuk selalu berusaha jadi orang baik. Karena dengan berusaja jadi orang baik kita bisa merasakan kebahagiaan, bukan sebaliknya.


Src

Bagaimana nanti orang-orang menganggap kita sok baik? Tak perlu buang energi dan pikiran untuk itu. Di luar sana selalu ada hitam dan putih. Bagi yang isi kepalanya hitam, selalu menganggam orang lain hitam. Apapun yang kita lakukan, selalu dianggap punya tujuan buruk.

Seperti kata pepatah, kita tak perlu jelaskan siapa kita pada orang yang benci. Karena apapaun yang kita katakana tak akan dipercayainya. Ia tetap pada apa yang ia pikirkan.

Lantas bagaimana? Do your best, God will do the rest. Sudah, begitu saja.

#

Zainal Bakri

#
Screenshot_2020-01-29  zainalbakri.png