HAKIKAT CINTA YANG SESUNGGUHNYA.


heart-1164739.jpgSumber
Ketika cinta itu hadir tiba-tiba, sungguh tak terbendung, hanya akibat berbicara beberapa tutur kata saja... dan engkau pun merenung, "Ya Allah, apakah ini yang dinamakan cinta? Dan apakah cinta ini Engkau hadirkan ke dalam diriku sebagai ujian ataukah peluang?"

Sugesti terbaik seperti apa yang bisa aku lakukan?

Cinta itu unik, ia hadir seringkali bukan untukmu, melainkan engkau hanyalah perantara, sebagai penebar cinta itu. Semakin dalam cinta itu menusuk dan menghujam ke hati mu, berarti semakin banyak cinta yang dapat kau tebar ke semesta. Dan artinya semakin besar pula potensimu memasuki hati yang lebih dalam lagi di mana di sana bersamayam Nur Ilahi yang cintanya lebih sejati.

Jika engkau bisa mencintai manusia dengan ke dalaman 10 km menuju titik hati mu, maka engkau seharusnya bisa mencintai Tuhanmu lebih dalam dari itu. Cinta kepada manusia itu bisa dijadikan jalan tercepat menuju cinta Allah. Cinta yang dalam kepada manusia bisa kau jadikan jalan TOL menuju Allah SWT. Jangan sampai cintamu kepada makhluk mengalahkan cintamu kepada Zat yang Menciptakan Cinta dan Makhluk itu.

Ketika cinta itu hadir, maka lupakan stimulatornya, tapi kembalilah kepada Inspiratornya. Semakin dalam cinta itu, semakin menusuk cinta itu, maka semakin besar peluang Anda dekat dengan Tuhan. Caranya, bagikan saja cinta yang hadir itu kepada alam semesta. Jangan kau pendam sendiri di lubuk hatimu, karena cinta yang tak kau tebarkan akan menjadi penyakit dan mewujud cinta yang tak sejati, yaitu bisa menghalangi hadirnya cinta yang lebih sejati. Maka Bagikanlah cinta itu dengan penuh cinta kasih..

Bukankah karena engkau banyak berbagi maka cinta hadir dalam dirimu, kepada dirimu? itu sebabnya, Sungguh, seharusnya, Ketika semakin dalam cinta masuk ke relung hati mu..maka semakin banyak pula engkau bisa berbagi; berbagi cinta, ilmu, dan kasih sayang kepada manusia dan alam semesta.

Tertanda @walad


Comments 0