DEAR CALON ISTRIKU


hand-1549399 (1).jpgSumber
Dear calon istriku
Apakah kabarnya imanmu
hari ini?
Sudahkah harimu ini
diawali dengan syukur
Karena dapat menatap
kembali fananya hidup ini
Sudahkah air wudhu
menyegarkan kembali
ingatanmu atas amanah
yang saat ini tengah kau
genggam?
Wahai calon istriku…
Tahukah engkau betapa
Allah sangat mencintaiku
dengan dahsyatnya?
Disini aku di tempa untuk
menjadi dewasa,
agar aku lebih bijak
menyikapi sebuah
kehidupan dan siap
mendampingimu kelak.
Meskipun kadang keluh
dan putus asa menyergapi,
namun kini kurasakan diri
ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-
tanya,kenapa Allah selalu
mengujiku tepat dihatiku.
Bagian terapuh diriku,
namun kini aku tahu
jawabannya.
Allah tahu dimana tempat
yang paling tepat agar aku
senantiasa kembali
mengingat-Nya kembali
mencintai-Nya.
Ujian demi ujian Insya
Allah membuatku menjadi
lebih tangguh, sehingga
saat kelak kita bertemu,
kau bangga telah
“memiliki” aku di hatimu..
Calon istriku..
Entah dimana dirimu
sekarang. Tapi aku yakin
Allah pun mencintaimu
sebagaimana Dia
mencintaiku. Aku yakin
Dia kini tengah melatihmu
menjadi seorang yang
tangguh, hingga akupun
bangga “memilikimu”
kelak
Apa yang kuharapkan
darimu adalah keshalihan
Semoga sama halnya
dengan dirimu. Karena
apabila ketampanan yang
kau harapkan dariku,
hanya kesia-siaan yang
akan kau dapati
Aku masih haus akan ilmu.
Namun berbekal ilmu yang
ada saat ini, aku berharap
dapat menjadi suami yang
mendapat keridhaan Allah
dan dirimu, calon istriku.
Wahai calon istriku..
Saat aku masih menjadi
asuhan ayah dan bundaku,
tak lain doaku agar menjadi
anak yang sholehah, agar
kelak dapat menjadi
tabungan keduanya di
akhirat
Namun nanti, setelah
menjadi suamimu, aku
berharap menjadi
pendamping yang sholeh
agar kelak di syurga cukup
aku yang menjadi
pangeranmu, mendampingi
dirimu yang sholehah.
Aku ini pencemburu berat.
Tapi kalau Allah dan
Rasulullah lebih kau cintai
daripada aku, aku rela.
Aku harap begitu pula
dirimu.
Aku yakin kaulah yang
kubutuhkan,
meski nanti kau bukanlah
orang yang kuharapkan..
Calon istriiku yang di
rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah
gubung menjadi perahu
pernikahan kita, takkan
kunamai dengan gubug
derita. Karena itulah
markas dakwah kita, dan
akan menjadi indah ketika
kita hiasi dengan cinta dan
kasih..
Ketika kelak telah lahir
generasi penerus dakwah
islam dari pernikahan kita,
bantu aku untuk bersama
mendidiknya dengan harta
yang halal, dengan ilmu
yang bermanfaat, terutama
dengan menanamkan pada
diri mereka ketaatan
kepada Allah Ta’ala..
Bunga ini akan indah pada
waktunya. Yaitu ketika
bermekaran menghiasi
taman. Maka kini tengah
kupersiapkan diri ini
sebaik-baiknya bersiap
menyambut kehadiranmu
dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar
menjadi yang terbaik.
Meski bukan umat yang
terbaik, tapi setidaknya
menjadi yang terbaik
disisimu kelak.
Calon istriku…
Inilah sekilas harapan yang
kuukirkan dalam rangkaian
kata. Seperti kata orang,
tidak semua yang dirasakan
dapat diungkapkan dengan
kata-kata.
Itulah yang kini kuhadapi.
Kelak saat kita tengah
besama, maka disitulah kau
akan memahami diriku,
sama halnya dengan diriku
yang akan belajar
memahamimu.
Bersabarlah Calon istriku..
Do’aku Selalu…
Agar Allah memudahkan
jalanku Tuk menjemputmu
sebagai pangeranmu…
Semoga Allah Selalu
Menjagamu,Agar tak
tersentuh yang bukan
mahrammu, Meski hanya
seujung kuku..
Agar Kau bisa
Mempersembahkan dirimu
“seutuhnya” untukku..
Seperti hal nya aku, Yang
ingin mempersembahkan
diriku seutuhnya, “hanya”
untukmu..
Sudah dulu ya calon
istriku..
Salam Cintaku Untukmu..


Comments 0