Trading Psikologi — Mengapa ini sangat penting?


Pentingnya memiliki pendekatan psikologikal saat trading sangat penting untuk trading jangka panjang.

Meskipun trading bisa sangat kuantitatif, relevansi psikologi trading tetap tidak boleh diabaikan.

Psikologi trading dapat didefinisikan sebagai “emosi dan keadaan mental yang membantu menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam trading”. Umumnya terdapat dua perbedaan emosi yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan — kecemasan dan keserakahan.

Trading Psikologi-01.png

Kita akan mendiskusikan alasan dibalik manifestasi kedua alasan tersebut, implikasinya dan mengeksplorasi bagaimana kami dapat memanfaatkan teknologi untuk mengatasinya.

Terdapat dua kekhawatiran utama di dalam trading — kekhawatiran akan kerugian dan kekhawatiran akan ketertinggalan.

Kekhawatiran akan kerugian dalam trading berasal dari keraguan yang muncul ketika trading berjalan ke arah yang lain dan mengakibatkan return yang negatif. Takut akan kehilangan keuntungan yang telah diperoleh, trader yang khawatir akan mengambil keputusan untuk menjual dan mengurangi kerugian/cut-loss.

Pengambil keputusan seperti itu menandakan ketidakmatangan, justru dapat berbalik arah dan saham kembali pulih serta beralih dari tren penurunannya.

Hal seperti ini juga berlaku pada trader sukses. Karena ketakutan akan pembalikan harga saham yang sedang uptrend, trader akan menjual saham sebelum mencapai target dan harga sebenarnya. Hal ini dapat melewatkan potensi untuk mendapat keuntungan yang lebih besar.

Hal ini memaksa trader untuk mengadopsi herd mentality dan mengikuti tindakan/keputusan kebanyakan orang. Sumber kekhawatiran ini dapat berasal dari informasi/berita perusahaan yang secara tiba-tiba mempengaruhi pergerakan pasar.

Sebagai contoh, rekor kenaikan harga Bitcoin saat ini menarik banyak investor retail untuk berinvestasi di cryptocurrency berdasarkan kekhawatiran akan ketertinggalan potensi keuntungan. Setelah mencapai rekor tertingginya, aset digital biasanya turun lebih dari 20% — yang mengakibatkan kerugian bagi para investor retail.

Sebaliknya, keserakahan dapat mendorong trader untuk menyimpan saham terlalu lama. Hal ini dapat merugikan jika tren harga saham berbalik arah dan menghilangkan potensi keuntungan. Oleh karena itu, trader perlu menanggalkan keserakahan dan menjualnya sesuai target.

Sebagai contoh adalah pecahnya dot-com bubble di akhir tahun 2000an. Bubble terjadi diakibatkan dari tingginya kenaikan valuasi perusahaan teknologi yang terjadi AS — yang dipicu investasi di perusahaan-perusahaan yang berbasis internet selama periode bullish di akhir tahun 1990an.

Meskipun perusahaan-perusahaan ini valuasinya dinilai terlalu tinggi serta dengan model bisnis yang tidak berkelanjutan, investor tetap saja masih saja mempertahankan posisinya di perusahaan-perusahaan tersebut. Pada akhirnya bubble pecah, dan indeks NASDAQ turun 76% dalam 2 tahun.

Keserakahan juga dapat mengakibatkan kerugian. Seorang trader yang serakah akan mempertahankan keyakinannya pada posisi yang nilainya rendah dan bahkan bisa melipatgandakan posisinya dengan harapan akan berbalik arah.

Dalam kasus tertentu, keputusan tersebut dapat dibenarkan, tetapi hal itu sangat jarang terjadi. Karena bagaimanapun, jika hal itu tidak berjalan dengan baik, maka trader akan mengalami kerugian yang sangat besar.

Setelah mempelajari implikasi kekhawatiran dan keserakahan pada trading, kunci penanganan emosi-psikologi yang dapat diambil yaitu dengan pemanfaatan teknologi untuk pengambilan keputusan.

Tidak seperti manusia, teknologi bot trading AI tidak memiliki emosi, justeru mengadopsi sebuah pendekatan berbasis aturan pada trading. Hal ini dapat meminimalisir penggunaan emosi seperti kekhawatiran dan keserakahan, dan tidak akan berdampak negatif pada proses pengambilan keputusan.

SnapBots (www.snapbots.io) menyediakan layanan bot AI yang mampu mendeteksi sinyal trading secara canggih dan memprosesnya untuk dieksekusi (jual/beli) sesuai dengan pengaturan yang ditentukan oleh pengguna.

Sejarah menunjukan bahwa manusia memang tidak cukup baik untuk trading tanpa menggunakan emosi dalam mengambil keputusan. Dan akhirnya kita perlu bantuan teknologi seperti yang SnapBots sediakan yang dapat mengeksekusi trading lebih baik.

Tentang Snap Wallet
Snap Wallet adalah wallet kripto terproteksi yang didukung oleh bot AI deep learning. Saat ini, Snap Wallet telah mendukung beberapa cryptocurrency utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Litecoin (LTC), Tether (USDT), dan SNAP (SNAP). Melalui Snap Wallet pengguna tidak hanya dapat menyimpan cryptocurrency, tetapi juga dapat melakukan staking, memilih salah satu dari tiga strategi staking. Ketika fitur staking telah aktif, aset pengguna akan diperdagangkan selama 24/7 oleh bot hingga periode staking selesai.

Tentang SnapBots
SnapBots(www.snapbots.io) adalah firma riset kecedasan buatan (AI) di BVI dengan pengguna dari seluruh dunia. Dengan fokus di bidang machine learning dan deep learning, yang bertujuan untuk memberikan layanan bot trading.

Informasi lebih lanjut, kunjungi:
SnapBots- https://snapbots.io

Bergabung bersama komunitas kami;
SnapBots Global: t.me/SnapB
SnapBots Indonesia: t.me/snapbotsIndo


Comments 0