Pentingnya “Scientific Writing” Sejak Kuliah Sampai Dunia Kerja


Fildza_03.jpg


Penulisan karya ilmiah (scientific writing) seringk menjadi beban banyak mahasiswa yang membuat masa perkualihan menjadi panjang. Padahal, kegiatan menulis karya ilmiah menjadi kegiatan yang menantang dan menyenangkan.

Salah satu aspek penting dalam penulisan kaya ilmiah adalah menguasai metodelogi dalam proses penulisan. Kemampuan metodelogi dan menulis tidak hanya berguna dalam menyusun karya ilmiah bagi mahasiswa S1, S2 dan S3. Dalam dunia kerja pun kemampuan penguasaan metode dalam menulis sangat berguna dan terbukti dapat memperbaiki dan mempercepat karier.

Demikian antara lain kesimpulan yang mencuat dalam pelatihan “Penguatan Metode Penelitian Komunikasi (Scientific Writing)” di Aula FISIP Universitas Malikussaleh, Bukit Indah, Lhokseumawe, Sabtu (19/10/2019).

Kegiatan pelatihan tersebut menghadirkan Ketua Program Studi Ilmu Komuikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh, Kamaruddin Hasan, akademisi dari IAIN Lhokseumawe, Dr Nuriman Abadullah Ph.D, dan dosen FISIP Dr Ratri Candrasari. Nuriman menyampaikan materi teknis untuk penulisan ilmiah metode kuantitatif dalam ranah ilmu komunikasi.

Menurut Kamaruddin, mahasiswa harus memahami metodologi penelitian agar tulisan lebih fokus dan tidak keluar dari jalur kajian ilmu komunikasi sebagai ilmu yang multidisipliner dan interdisipliner.

“Dalam kurikulum Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Unimal, mata kuliah yang berkaitan dengan metodologi dapat ditemukan pada Filsafat Ilmu Komunikasi, Metode Penelitian Sosial (MPS), Pengantar Statistik, Metode Penelitian Komunikasi I (Kualitatif), dan Metode Penelitian Komunikasi II (Kuantitatif). Artinya tidak ada alasan bagi mahasiswa ilmu komunikasi yang tidak menguasai metodelogi dalam melakukan penelitian,” papar Kamaruddin.

Prodi Ilmu Komunikasi telah mereview kurikulumnya secara berkelanjutan kurikulum yang mampu beradaptasi dengan apapun termasuk perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. “Artinya kurikulum Prodi Ilmu Komunikasi mesti mampu menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dan sejalan dengan perubahan yang ada,” tambahnya.

Dikatakan Kamaruddin, realitas atau fenomena ilmu komunkasi terus berkembangan zaman sekarang, selain menggunakan paradigma positivisme juga sangat diperlukan pendekatan atau paradigma post positivisme sampai paradigma kritis dalam mengkaji fenomena komunikasi.

“Mampu membuat aneka kajian, penelitian sekaligus solusi bagaimana mengatasi berbagai permasalahan dalam komunikasi termasuk dari perubahan teknologi komunikasi dan informasi yang berlangsung amat cepat,” tandas Kamaruddin.

Acara dipandu Ilhamsyah Pinem, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2017. Pelatihan tersebut dihadiri puluhan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi terutama mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Metodelogi Penelitian Komunikasi (MPK) dan mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir skripsi. Hadir juga beberapa dosen Prodi Ilmu Komunikasi.

Ketua pelaksana kegiatan, M Fildza Ramadhani, menyebutkan tujuan diadakan kegiatan pelatihan bagi mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi untuk memperdalam pengetahuan dasar penelitian dan penulisa karya ilmiah. []


Fildza_02.jpg


Fildza_01.jpg


Comments 0