Important Disaster Mitigation Insights for Indonesian Citizens


Webinar FK.jpg


Wawasan kebangsaan dan mitigasi bencana sangat penting bagi masyarakat untuk meminimalisir risiko kejadian bencana. Hal ini sangat penting mengingat posisi Indonesia yang terletak dalam lingkaran cincin api pasifik (wilayah dengan banyak aktivitas tektonik) yang menyebabkan Indonesia berhadapan dengan berbagai risiko bencana, antara lain letusan gunung berapi, gempa bumi, banjir dan tsunami.

Selain itu, Indonesia berada tiga lempeng tektonik besar yang terus bergerak, yaitu lempeng Indo Australia di bagian selatan, lempeng Samudra Pasifik di sebelah timur, lempeng Eurasia di sebelah utara yang sebagian besar masuk wilayah Indonesia. Kondisi ini mengakibatkan risiko bencana geologi seperti gempa bumi dan tsunami.

Demikian antara lain materi yang disampaikan mantan Kepala Basarnas Republik Indonesia, Letjen (Pur) TNI Marinir Dr Nono Sampono ketika menjadi narasumber dalam webinar yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, Rabu (1/9/2021).

Menurut Letjen Nono, masyarakat harus memahami dan memiliki kesadaran tentang mitigasi bencana untuk mengantisipasi dan mengurangi jatuhnya korban. “Beberapa bencana alam sulit diprediksi kapan terjadi,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa bela negara erat kaitannya dengan tridarma perguruan tinggi yang mengutamakan semangat pengabdian.

Webinar bertema “Wawasan Kebangsaan dan Mitigasi Bencana” digelar dalam rangka membuka wawasan dan kesadaran masyarakat secara luas terkait pentingnya upaya mitigasi dan edukasi bencana di Indonesia, khususnya Aceh. Kegiatan ini dihadiri sekitar 300 peserta yang berasal dari sivitas akademika dan perwakilan dari Kepala BPBD Kabupaten Aceh Utara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, IDI Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Herman Fithra, mengapresiasi pemateri atas kesediaannya menyampaikan pentingnya wawasan kebencanaan dan berpesan agar diberikan pemahaman terkait pandemi mengingat tingginya angka infeksi Covid-19 di Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr Muhammad Sayuti Sp.B(K).BD, webinar ini merupakan salah satu bagian dari rencana strategis dalam menciptakan klaster studi kebencanaan di FK Unimal.

Ia menambahkan, rencana strategis kedokteran ke depan adalah menghasilkan lulusan berkualitas dalam kebencanaan yang unggul dan mampu bersaing serta bisa menjadi leader pada kegiatan kebencanaan di tingkat nasional maupun global.

“Selama ini FK Unimal juga rutin mengadakan simulasi kebencanaan. Kami berker jasama dengan BPBD Aceh Utara,” pungkas Sayuti. []




Comments 0