Ikatan Mahasiswa Minang Bahas Gegar Budaya di Era Digital


Imami_01.jpg


Ikatan Mahasiswa Minang Universitas Malikussaleh menggelar training dasar bagi angggota di Komplek Denrudal TNI-AD di Pulo Rungkom Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Ahad (10/11/2019). Salah satu yang dibahas mengenai gegar budaya (cultural shock) yang terjadi di era digital.

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Minang (Imami) Universitas Malikussaleh, Teguh Zikri Setiawan, menyebutkan kegiata latihan dasar tentang organisasi membahas berbagai topik untuk membekali anggota Imami. “Ini kegiatan rutin kami untuk membeli anggota Imami yang baru angkatan 2019,” ungkap Teguh Zikri, Senin (11/11/2019).

Dia mengharapkan mahasiswa bisa memahami setiap materi yang disampaikan dan memahami perbedaan budaya sebagai berkah, bukannya masalah. “Anggota Imami harus menghargai budaya lokal yang tidak jauh berbeda dengan budaya Minang,” tambah Teguh yang didampingi Ketua Panitia, Adrian Jondra.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang menjadi pemateri, Ayi Jufridar, membahas tentang gegar budaya atau cultural shock di tengah pertumbuhan teknologi digital. Dosen Universitas Malikussaleh yang juga penulis itu membahas tentang kemajuan teknologi pembauran budaya di tengah era digital terjadi sangat cepat.

“Kepentingan ekonomi, kemajuan sarana transportasi serta komunikasi mencairkan perbedaan budaya di antara satu daerah dengan daerah lain,” ungkap Ayi Jufridar.

Lebih jauh ia menambahkan, untuk menghindari gegar budaya ketika masuk ke daerah baru, Ayi mengingatkan mahasiswa agar memahami budaya lokal melalui orang yang lebih dulu berada di wilayah tersebut. “Apalagi untuk budaya yang bertolakbelakang dengan budaya kita. Harus ada persiapan memahami dan menghargai perbedaan budaya agar tidak kaget,” tandas Ayi. []


3f80e731-5752-42bb-b2d5-aa80e646d6ef.JPG


Comments 0