The Diary Game Selasa 8 September 2020 (Memanfaatkan Waktu Ketika Anak-Anak Tidur)


20200820_181851-01-01-01.jpeg

Jam 5.30 pagi alarm berbunyi, itu pertanda saya harus segera beranjak dari tempat tidur, namun mata yang masih sangat mengantuk mampu merayu tangan saya untuk mematikan bunyi alarm tersebut, dan saya kembali tertidur. Jam 5.45 saya kembali terjaga dan tanpa menunggu lama lagi saya segera menuju kamar mandi, sekedar membasuh muka dan berwudhu untuk menunaikan shalat subuh yang tentunya sudah sedikit telat dari biasanya.

Setelah selesai menunaikan shalat subuh, saya melihat anak-anak masih tertidur pulas dengan posisi enaknya masing-masing, begitupun suami saya yang melanjtkan tidur setelah shalat subuh tadi, beliau tidur bersama anak kami yang laki-laki. Karena ibu sudah memasak sayapun kembali memeluk guling untuk melanjutkan tidur saya, dengan seketika tanpa harus membolak-balikkan badan saya segera terlelap dengan bunga tidur yang tidak mampu saya ingat.

Jam 9.30 saya baru terbangun, itupun karena saya mendengar suara ocehan putri saya yang tidurnya berdekatan dengan saya. Saya tidak segera beranjak keluar kamar melainkan bermain dan bercanda bersama anak-anak, setelah beberapa saat, saya ke kamar mandi untuk menyikat gigi dan juga membasuh muka yang lusuh bau tempat tidur.

Setelah selesai dari kamar mandi, saya membuat makanan untuk putri saya dan menyuapinya, kemudian barulah saya memandikan anak-anak satu persatu, memakaikan mereka pakaian, kemudian saya meninggalkan mereka di ruang keluarga bersama Abi/suami saya.

Saya ke dapur dan membuka tudung saji, di sana sudah ada Keumamah/ikan kayu teuphep (kuah khas Aceh) yang di masak ibu ketika saya bangun untuk shalat subuh tadi. Perut saya sudah sangat lapar, saya segera menaruh nasi dengan lauk tersebut di dua piring, satu untuk saya dan satunya untuk suami saya, saya membawa makanan tersebut ke ruang keluarga, di sana saya makan bersama suami dan sesekali saya juga menyuapi putra saya.

Ketika kami sudah selesai makan, saya sendiri meninggalkan anak-anak bersama bundanya untuk menjemur sedikit kain yang saya bilas semalam, sedangkan suami saya sudah berangkat kerja ke kota Lhokseumawe. setelah selesai menjemur pakaian saya kembali menemani anak-anak bermain, dan sesaat setelah itu, saya membawa putri saya untuk tidur karena dia mulai merengek.

Suara serune penjual susu kedelai mulai terdengar, suaranya semakin lama semakin jelas, tanda bahwa penjual susu kedelai tersebut sudah dekat dengan rumah saya, saya sedang menemani putri saya tidur jadi saya tidak bisa keluar untuk membelinya sendiri, karena itu saya segera memanggil adik perempuan saya yang sedang bermain bersama putra saya/keponakannya untuk meminta tolong kepadanya supaya membelikan saya dua bungkus susu kedelai dengan varian rasa original.

Putri saya sudah tidur, jam menunjukkan pukul 11.10, putra saya sudah pergi bersama bunda dan tantenya ke Kota Lhokseumawe. Berhubung cucian yang sudah kering dan belum di setrika sudah menggunung, jadinya saya mengambil kesempatan tersebut untuk menyetrika, saya terlalu fokus dengan pekerjaan menyetrika hingga tiba-tiba saya di kejutkan dengan suara adzan dari Mesjid Jami At Tahrir Kandang yang terletak selang dua rumah dari rumah tempat saya tinggal


Comments 4


Wah, asyik juga ya menyetrika pakaian di tempat terbuka, sehingga kita tidak merasa gerah. Apalagi di sekeliling rumah anda sangat banyak tumbuh pohon kelapa yang menambah rimbun tempat anda.

onepercent

indonesia

10.09.2020 02:10
0

Benar pak, saya sengaja menyetrika di pondok, supaya tidak terlalu pengap.

10.09.2020 13:13
0

Postingan ini telah dihargai oleh @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.
Ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info tentang Steemit dan kontes.

Salam: @anroja

10.09.2020 02:10
0

Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.

Keep following @steemitblog for the latest updates.

The Steemit Team

12.09.2020 01:18
0