The Diary Game, Rabu 9 September 2020 (Membuat Ikan Bakar dan Sayur Kangkung Tumis Terasi)


20200820_181851-01-01-01.jpeg

Meski semalam saya tidur jam 3.00 karena putri saya yang tidak bisa tidur dengan nyaman, entah apa penyebabnya sayapun kurang tahu, dan pagi ini tepat jam 5.30 ketika alarm berbunyi membangunkan saya untuk segala rutinitas, saya segera bangun dari tempat tidur yang sebenarnya masih sangat saya rindukan. Saya segera menuju kamar mandi, membasuh muka, menyikat gigi dan kemudian berwudhu untuk menyegerakan shalat subuh.

Setelah selesai menunaikan kewajiban shalat subuh, saya menuju dapur, tentu saja beberapa piring kotor di wastafel (tempat cuci piring) sudah menunggu kedatangan saya, saya segera membereskannya, kemudian saya memanaskan Kuah Keumamah (Masakan khas Aceh) untuk lauk pagi ini, selanjutnya saya menuju kulkas untuk mengambil ikan, rencananya untuk lauk siang saya akan membuat ikan bakar dengan tumis terasi sayur kangkung, namun sayangnya ikan di freezer sudah sangat membeku, dan saya harus mencairkannya terlebih dahulu di suhu ruang.

20200910_123338-01.jpeg

Sambil menunggu hal tersebut, saya menyiapkan bumbu ikan bakar dan juga bumbu cocol ikan bakarnya, hari ini saya membuat bumbu cocol khusus ikan bakar bukan bumbu cocol sederhana seperti beberapa waktu yang lalu.

Setelah menyelesaikan bumbu-bumbu tersebut, saya kembali ke kamar, untuk mandikan anak-anak, memakaikan mereka pakaian, kemudian kami semua menikmati sarapan bersama, setelah kami menghabiskan sarapan kami duduk bersama menemani anak-anak bermain.

Jam 09.00 saya mengantar putri saya tidur, sedangkan putra saya masih bermain di temani Abi/suami saya dan saya sendiri kembali ke dapur untuk menyiapkan ikan yang akan saya bakar, setelah beberapa menit, ikannya siap untuk saya bakar. Saya keluar ke halaman depan untuk membakar batok kelapa sebagai bara api pembakaran ikannya nanti.

20200910_123403-01.jpeg
Satu dari dua ekor ikan yang sudah siap saya bakar

Bara api sudah siap, sayapun membakar ikan sambil memotong sayur kangkung yang akan saya tumis nanti. Saya membakar dua ekor ikan, ketika ikannya sudah matang satu saya meminta adik saya untuk melanjutkan membakar ikan yang satunya, sedangkan saya akan ke dapur untuk menumis kangkung

Setengah perjalanan menuju dapur saya mendengar suara putri saya, dan dia sudah bangun, pekerjaan belum selesai anak sudah bangun begitulah gumam saya dalam hati, saya menggendong dan membawanya keluar, dan rejekinya saya di sana sudah ada kawannya adik saya, saya minta tolong kepadanya untuk menjaga putri saya. Kemusiam saya segera ke dapur untuk menyiapkan sayurnya. Dan tepat adzan zuhur semua pekerjaan saya selesai.

20200910_210401.jpg
Sayur kangkung tumis terasi

Karena adzan zuhur sudah berkumandang, saya segera mandi, berganti pakaian dan menunaikan shalat zuhur yang sudah menjadi kewajiban saya sebagai seorang muslim. Kemudian saya menyuapi anak-anak makan siang, dan setelah selesai saya segera mengantar mereka untuk tidur siang.

Anak-anak sudah tidur, perut saya sudah keroncongan, bagaimana tidak, jam sudah menunjukkan pukul 02.15, tanpa menunggu lama saya segera menyantap makan siang seorang diri. Setelah selesai makan, saya menghabiskan waktu siang saya dengan uring-uringan di kamar, sampai akhirnya anak-anak bangun dan adzan asarpun berkumandang.

Saya memandikan anak-anak dan juga memakaikan mereka pakaian, sayangnya tidak ada orang lain di rumah, jadinya saya tidak bisa segera shalat asar karena tidak ada yang menjaga anak-anak, karena kebetulan juga saat ini putri saya sedang belajar berdiri, saya khawatir jika saya meninggalkannya untuk shalat dia akan terjatuh dan saya tidak mau ambil resiko.

Saya menunggu suami saya pulang, dan sekitar jam 05.00 beliau sudah tiba rumah, saya segera mandi, berwudhu dan menunaikan shalat asar. Sore harinya kami habiskan dengan bermain di halaman rumah, sekitar jam 06.00 saya bersama tetangga memetik buah jambu biji merah dan menikmatinya bersama, karena saya segera kembali ke rumah untuk menyuapi putri saya makan.

20200910_182138-01.jpeg
Buah jambu biji dari rumah tetangga

Salam hangat dari saya @tiazakaria , info bio klik di SINI

Comments 7


Ikan kayu (keumamah) merupakan masakan khas Aceh yang sangat melegenda. Biasanya terbuat dari ikan tongkol yang di potong kecil-kecil dan di keringkan di bawah matahari sampai daging ikannya menjadi keras dan di masak dengan bumbu kari yang pedas. Saya sangat menyukai ikan kayu ini.

onepercent

indonesia

11.09.2020 00:47
0

Saya sendiri sebenarnya kurang suka karena teksturnya yang keras, sama seperti namanya "ikan kayu".
Terima kasih sudah menjelakan lebih detail pak @anroja

11.09.2020 01:40
0

Waktu di masak kuncinya sehingga menjadi lembut kembali.

11.09.2020 02:26
0

Saya kurang mengerti maksud anda pak

11.09.2020 04:43
0

Waktu di diolah di dapur ada resepnya yang membuat ikan kayu tersebut menjadi lembut

11.09.2020 04:51
0

Postingan ini telah dihargai oleh @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.
Ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info tentang Steemit dan kontes.

Salam: @anroja

11.09.2020 00:48
0

Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.

Keep following @steemitblog for the latest updates.

The Steemit Team

12.09.2020 01:19
0