The Diary Game, Kamis 10 September 2020 (Menghabiskan Waktu Sore Bersama Anak-Anak)


20200820_181851-01-01-01.jpeg

Hari ini saya bangun seperti mana biasanya, ya tepat pukul 5.30 ketika alarm yang siap siaga berdering, saya segera menuju kamar mandi, tentu untuk membasuh muka, menyikat gigi dan yang terpenting berwudhu untuk segera menunaikan kewajiban saya sebagai seorang muslim.

Setelah selesai shalat, apalagi kegiatan pagi saya jika bukan bercengkrama dengan dapur, di wastafel (tempat cuci piring), sudah banyak piring kotor yang dengan setia menunggu kedatangan saya, saya segera berdiri menyuci piring dengan celemek di badan supaya percikan air tidak membasahi daster kesayangan saya.

Selanjutnya, setelah wastafel kosong dari piring kotor, saya menanak nasi, tidak ada lauk lain yang di masak, pagi ini saya sarapan nasi putih dengan "mie caluek" (Mie khas Aceh) dan juga lontong yang nantinya akan di beli adik saya, sedangkan putra saya pagi ini akan menikmati nasinya dengan bakso ayam goreng yang akan saya goreng sesaat setelah dia selesai mandi nantinya.

Karena anak-anak masih tidur saya mengisi waktu kosong untuk menyapu halaman "biasanya tugas seperti ini adik saya yang mengerjakannnya", setelah selesai, saya kembali ke kamar, anak-anak masih tertidur, jadinya saya memilih untuk mandi, setelah selesai mandi dan berganti pakaian, anak-anak bangun satu persatu, saya mengajak putra saya untuk segera mandi, namun dia seperti malas sekali pagi ini, sampai-sampai dia kembali tidur telungkup.

Setelah beberapa saat, diapun setuju untuk segera mandi, dan tanpa berlama-lama saya segera memandikannya bersamaan dengan adiknya, kemudian saya meminta Abi/suami saya untuk memakaikan pakaian untuk mereka/anak-anak, sedangkan saya ke dapur menyiapkan makanan untuk anak-anak, setelah makanannya siap, saya membawa makanan tersebut ke depan, kali ini putra saya menyantap sendiri makanannya sedangkan putri saya masih tetap saya yang menyuapinya.

Setelah anak-anak selesai makan, saya dan suami menikmati sarapan kami sambil menemani anak-anak bermain di ruang keluarga, sampai tiba jam 09.00 waktunya untuk putri saya tidur, karena jadwalnya teratur dan bisa di bilang sangat jarang meleset, jadinya tanpa harus menunggu lama dengan sekian drama, putri saya segera tertidur.

Sampai siang hari tidak ada kegiatan yang saya lakukan, memasakpun tidak, karena untuk lauk hari ini juga sudah di belikan oleh ibu, jadi saya hanya uring-uringan di kamar dengan bermain telfon genggam saya.

Singkatnya, sore hari ketika kami sekeluarga sudah siap mandi sore, kami berangkat ke rumah kami yang letaknya di area persawahan dan masih satu desa dengan tempat kami tinggal saat ini yakni Desa Cut Mamplam, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Setelah melewati jalan rabat beton yang di kelilingi persawahan kamipun tiba di tempat tujuan.

20200910_173134-01-01.jpeg
Jalan rabat beton yang kami lalui

Sesampainya di sana, suami saya segera memberi umpan ikan nila dan gurami yang di peliharanya di dalam kolam, sedangkan saya duduk di dekat pagar melihat tanaman padi yang menghijau sembari memenikmati segarnya angin sawah sambil menyantap bakso bakar yang di belikan kakek/ayah saya tadi ketika kami mau berangkat.

20200910_171620-01.jpeg
Bakso bakar dari kakek

Dari tempat saya duduk, saya melihat putra saya bermain bersama abinya, namun ketika sedang asiknya mereka bermain, tiba-tiba datang bundanya/adik saya untuk mengajak anak-anak jalan-jalan mengitari area persawah setempat dengan mengendarai sepeda motor. Di rumah hanya tinggal saya dan suami, karena sepi tanpa anak-anak suami sayapun mengambil cangkul dan kereta sorong untuk mengangkut tanah yang sedikit menumpuk di halaman. Saya sendiri masih duduk di tempat semula, melihat suami saya mencangkul tanah sambil sesekali menghembus nafas dalam karena merasa kelelahan.

20200910_173005-01.jpeg
Suami saya sedang mencangkul tanah

Setelah menyantap bakso bakar, saya merasa haus, saya melangkah ke teras rumah, di sana ada aqua dan satu cup jus alpukat yang kami bawa tadi, saya memilih untuk meminum jus alpulat, karena suami saya lebih butuh aqua nanti ketika sudah selesai dengan pekerjaannya, dengan menenteng jus alpukat sayapun kembali ke tempat semula, menikmati indahnya persawahan sambil sesekali menyeruput jus alpukat yang rasanya nikmat sekali.

20200910_171136-01.jpeg
Jus alpukat/minuman saya

Beberapa saat setelah saya menghabiskan jusnya, perut saya mulas, dengan cepat saya segera menuju kamar mandi, baru sekitar satu menit saya berada di dalam kamar mandi, putra saya sudah kembali dan menggedor-gedor pintu kamar mandi karena dia mau buang air kecil, saya membuka pintu dan membiarkanbya buang air, setelah selesai sayapun mencuci kaki saya dengan arah membelakangi putra saya, dan apa yang terjadi? Putra saya menghidupkan kran air shower dengan tiba-tiba, dan tentu airnya menyembur keluar membasi bajunya, apa yang bisa saya katakan selain istighfar dengan menggigit gigi saya rapat-rapat.

Karena sudah basah, jadi biar saja basah semua, saya membawanya keluar, dan abinya hanya bisa tertawa kecil sambil membercandainya yang terlihat sudah basah, abinya masuk ke dalam rumah, dan saat keluar sudah membawa dua ember, apalagi ini bi? Begitulah keluar pertanyaan dari mulut saya. Seperti biasanya suami saya akan mengisi air di ember tersebut kemudian meletakkan anak-anak di dalamnya, dan ya, putri saya juga ikut di cemplungkan dalam air. Dari teras rumah saya hanya bisa melihat dan menarik nafas dalam-dalam, bagaimana tidak, padahal sebelum kemari saya sudah memandikan mereka, namun apa boleh buat, suami saya sangat senang melihat anak-anaknya bermain air, dan katanya "biarlah mereka menikmati masa kecilnya."

20200814_182711-02.jpeg
Anak-anak bermain air di dalam ember

Saya mendekat ke tempat anak-anak dan suami saya berada, mereka tampak begitu semangat, bahkan sesekali putri saya hampir terjatuh karena geraknya yang lincah sekali. Hari sudah mulai gelap, saya mengajak putra saya untuk pulang, namun dia menolaknya, saya tidak memaksanya agar dia tidak menangis. Sambil menunggu anak-anak selesai saya mengemas pakaian putra saya yang sudah basah dan sesaat kemudian kemudian adzan magrib berkumandang,m, suami saya mengangkat anak-anak, dan mengajak mereka untuk segera pulang. Kamipun pulang dengan anak-anak yang badannya hanya kami lilit kain batik.

Salam hangat dari saya @tiazakaria , info bio klik di SINI

Comments 11


Fotografi yang anda sertakan dalam diary ini sangat luar biasa. Apalagi foto terakhir dengan anak-anak di dalam ember yang bermain hujan. Teringat masa kecilku yang selalu dimarahi oleh ibu karena bermain hujan dan lumpur sehingga membuat seluruh bajuku kotor.

onepercent

indonesia

11.09.2020 02:34
0

Hujan buatan mereka ya pak, itu air cipratan dari tangan mereka yang aktif memukul-mukul air dalam ember. Semoga anak-anak kita masih bisa bahagia di masa kecilnya msaki saat ini teknologi banyak memanjakan mereka.

11.09.2020 05:09
0

Iya, itu mantap sekali.

11.09.2020 08:36
0

Postingan ini telah dihargai oleh @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.
Ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info tentang Steemit dan kontes.

Salam: @anroja

11.09.2020 02:37
0

Foto yang terakhir begitu suguh sangat indah, mengingatkan saya ketika masa kecil, dan melihat wajah yang sangat bahagia dari wajah anak anda, itu adalah nikmat yang hakiki yang di pancarkan oleh anak anda.

onepercent

indonesia

11.09.2020 02:43
0

Jazakallah @herimukti kebahagiaan masa kecil yang memang harus kita biarkan

11.09.2020 05:07
0

Salfok sama anak-anak yang sedang main dalam ember. Senyum mereka menunjukkan kebahagiaan yang tiada tara. 😊😊

11.09.2020 06:25
0

Ia kakak, alhamdulillah bisa bahagia walaupun dengan hal-hal sedeehana🤲

11.09.2020 07:20
0

Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.

Excellent photographs !

The Steemit Team

12.09.2020 01:22
0

Tidak satu pun saya lewatkan photo anda dalam postingan ini, sungguh menakjubkan, semoga anda mahu berbagi pengalaman dalam pengambilan gambar yang cemerlang ini.. Salam kenal buat anda #tiaZakaria

13.09.2020 09:54
0

Terima kasih @blurheri saya mengambil foto hanya dengan menggunakan hp, saya mengambil beberapa foto, kemudian saya memilih salah satu yang menurut saya paling bagus, baik itu angel, tingkat kualitas gambar, pencahayaan dan juga fokus objeknya, kemudian untuk hasil yang lebih menarik (menurut saya) saya mengandalkan aplikasi untuk mengedit foto. Dan sampai sekarang saya masih belajar juga untuk semua itu.

13.09.2020 10:18
0