Dampak Virus Covid-19, Pemberangkatan Ibadah Haji Di Indonesia Resmi Di Batalkan


dibatalkan-pemberangkatan-haji-tahun-ini.jpg


Source

Pandemi Covid-19 yang masih melanda banyak negara, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, akhirnya membuat pemerintah Indonesia melalui kementerian agama, secara resmi mengumumkan pembatalan haji 2020.

Selain tidak memiliki waktu untuk melakukan persiapan ibadah haji, khususnya dalam hal pelayanan, dan perlindungan jema'ah di tengah pandemi Covid-19. Kebijakan pemerintah Arab Saudi yang sejauh ini juga tak kunjung membuka akses negaranya bagi warga negara lain, juga menjadi alasan pemerintah.

Pandemi Covid-19 yang meng global membuat nyaris negara di dunia, termasuk pemerintah kerajaan Arab Saudi, menerapkan pembatasan besar-besaran terhadap mobilitas warga, terutama dari luar negeri. Alhasil, sejumlah kegiatan ibadah ikut terdampak. Mulai dari pembatalan ibadah umroh, hingga ibadah haji yang jatuh pada pertengahan Juli 2020 mendatang.

Menyikapi hal itu, pemerintah Indonesia melalui kementerian agama, akhirnya secara resmi mengumumkan pembatalan ibadaj haji 2020.

Pembatalan di lakukan terkait dengan pandemi virus Corona yang masih melanda.

Pembatalan ibadah haji tahun ini berlaku untuk seluruh warga Indonesia tana terkecuali. Artinya, pembatalan ini di lakukan tidak hanya untuk jema'ah yang menggunakan kuota haji pemerintah, baik reguler, maupun khusus. Tapi juga jema'ah yang akan menggunakan visa haji khusus yang di terbitkan pemerintah Arab Saudi.

Sebelum pembatalan ibadah haji, ibadah umroh 2020 juga sudah lebih dulu di batalkan. Meski memahami sepenuhnya keputusan pemerintah tersebut, namun pembatalan umroh dan haji, pasti memukul sisi perekonomian para pengusaha travel haji dan umroh.

Sejak lockdown terkait wabah covid-19 selama 2 bulan terakhir ini, pemerintah Arab Saudi, akhirnya membuka 90.000 Mesjid di seluruh negeri untuk pertamakalinya.


5ed4a48d57d51.jpg
Source

Pembukaan Mesjid ini sontak di sambut warga Arab Saudi, yang memang sangat merindukan kembali suasana beribadah di Mesjid.

Warga pun berbondong-bondong mendatangi Mesjid untuk melaksanakan shalat berjama'ah. Dari video viral yang saya lihat di Instagram, di situ tampak imam pun sampai menangis tersedu-sedu saat memimpin shalat.

Namun, untuk tetap bisa melaksanakan ibadah di Mesjid, para jema'ah tetap di haruskan mengikuti peraturan ketat untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Selain menjaga jarak 2 meter di antara saf, memakai masker wajah, membawa sajadah sendiri, Mesjid hanya akan di buka 15 menit sebelum shalat, dan akan di tutup 10 menit setelah shalat. Sementara khutbah Jum'at tidak boleh lebih dari 15 menit.

Pembukaan Mesjid untuk kembali beribadah juga di lakukan di Mesjid Al-Aqsa, di Yerusalem. Setelah di tutup sejak pertengahan Maret, guna mencegah penyebaran virus Corona.

Moment di bukanya kembali Mesjid Al-Aqsa di sambut suka cita oleh para jama'ah, bahkan ratusan jama'ah sudah berkerumun di luar, hingga gerbang di buka, agar dapat memasuki Mesjid Al-Aqsa.

Mereka pun langsung menyerukan kalimah takbir ketika masuk ke area All City, pada hari Minggu pagi waktu setempat, guna melaksanakan shalat subuh.


warga-palestina-melakukan-salat-subuh-di-kompleks-masjid-al-aqsa.jpg
Source

Tercatat sedikitnya 700 jama'ah menunaikan ibadah shalat subuh di Mesjid Al-Aqsa saat di buka kembali.

Mereka tampak menggunakan masker dan juga membawa sajadah sendiri.

Kita semua berharap semoga tragedi ini segera berakhir. Artinya semua akan kembali seperti senantiasa.

Sampai jumpa lagi.

Salam Steemian Indonesia 💫

~Keep writing~

IMG_20180321_112759.jpg

Salam Sahabat Inspiratif


Comments 0