Tsunami Kopi: Antologi Puisi Dihumbalang Tsunami


Antologi ini berisi 63 puisi dari 21 penyair muda Aceh. Setiap penyair menulis tiga puisi. Isinya seputar musibah maha dahsyat gempa dan tsunami Aceh.

Saya memdapat antologi ini ketika diundang untuk menjadi salah seorang pembedah, saat antologi ini diluncurkan di sebuah warung kopi. Syair-syair dalam antologi ini mungkin tidak terlalu “canggih” tapi pertautan kata yang berangkat dari perenungan dan kejujuran selalu layak mendapat tempat satu tingkat di bawah kitab suci. Itu kata Reza Indria yang ikut memeberi komentar pada sampul belakang antologi ini, bukan kata saya.

tsunami kopi.JPG
Wujud sampul depan antologi Tsunami Kopi begini adanya sumber

Sementara Dianing Widya Yudhistira penulis novel Nawang dan Weton menulis, kekuatan pada puisi adalah pada pilihan kata. Antologi puisi ini telah berusaha ke arah sana. Membacanya seperti tengah menyusuri wilayah tanah rencong dengan segala peristiwa yang pernah singgah di sana, tsunami misalnya.

Kemudian Hardo Saryoko, penyair asal Ngawi memberi komentas seperi ini: Membaca sajak-sajak karya penyair muda berbakat asal Aceh di antologi “Tsunami Kopi” sungguh mmebuat saya yang suka sajak ini bukan hanya terhanyak tapi juga terpana. Ternyata para penyair yang berasal dari tanah yang berjuluk Serambi Mekkah ini mampu berpuisi dengan ucap sajak yang baik. Padahal jika dirunut ke belakang, daerah tempat mereka bermain di masa kanak-kanaknya ini, pernah dianggap bergolak dan disapu dahsyatnya tsunami, tetapi puisi-puisi di antologi ini tidak membiaskan dendam apa lagi yang berbau agitasi.

tsunami kopi-Busy.org.jpg
Mereka yang menulis dalam antologi Tsunami Kopi sumber

Kemudian, Rektor Sekolah Menulis Dokari, Fauzan Santa yang memberi pengantar pada antologi ini menilai, kumpulan puisi “Tsunami Kopi” ini memberi kabar bahwa pilihan-pilihan pola ungkap dalam puisi mutakhir di Aceh adalah proses belajar terus menerus berkait kelindan dengan sejarah sastra nusantara sejak bahasa resmi ditemukan pada 1928…Lirisme sangat dominan, beberapa dalam semangat balada dan mencoba haiku serta satu dua mengasah puisi pamphlet. Harapan kuat juga sebab usia penulis kumpulan puisi ini rata-rata masih cukup kadar energy untuk mempertimbangkan berpuluh ratus ribu puisi dunia bagi perjumpaan tekstual dengan sejarah (puisi baru) Aceh yang rau lahir lima tahun silam selepas ombak, belum menanjak di atas 30 tahunan, sejak mereka mulai aktif menulis.

Fauzan Santa juga menilai, masa depan puisi modern di Aceh ada pada nama-nama dalam kumpulan puisi ini, serta penulis-penulis muda lain di sembilan penjuru mata angina Aceh yang belum sempat terekam dalam buku ini, sejauh mereka mampu membuat puisi menjadi penting setelah derita kuyup bagai mimpi buruk di pagi cerah. Sepenting mencatat buku harian. Terutama jika jelas dan tak lupa menyebut data ruang waktu penciptaan puisi secara benar. Yang lebih dahsyat dari kamp Auschwitz—tapi begitu santai dalam pekat kopi, puisi-puisi menjadi mungkin. Menjadi harapan dan visi.

Jadi, saya tidak perlu mengulasnya lagi, membaca petunjuk dari catatan-catatan dan komentar tadi, cukup bagi saja untuk membuka halaman selajutnya antologi ini, membaca bait-bait puisi sambil menyerumput segelas kopi.


Posted on RealityHubs - Rewarding Reviewers


Comments 1


Hello, @isnorman! You just received a vote from realityhubs curation account. Thanks for publishing your awesome review with the RealityHubs tag. Use the RealityHubs interface www.realityhubs.com to publish your reviews and receive greater rewards.

You can also delegate to our curation account (@reality.curate) to get a daily RHB reward. For more information, click here. To delegate, use any of the links below:
50SP,100SP,150SP,200SP,250SP,300SP,500SP,1000SP,1500SP,2000SP,50000SP,100000SP.
Customize

Do you want to get 400,000 RHB delegated to you to reward fellow awesome reviewers on the platform? Click here to learn how to apply for a delegation.

We love to see great reviews like yours and we look forward to seeing more awesome reviews from you.

Cheers!

RealityHubs Team


Posted on RealityHubs - Rewarding Reviewers

03.11.2019 06:55
0