Semangat Merdeka: Perjalanan 70 Tahun Seorang Hasjmy


Buku ini berisi perjalanan hidup seorang tokoh Aceh, Prof Ali Hasjmy. Diterbitkan saat usia sang tokoh sudah 70 tahun. Beragam peristiwa sejarah trekam di dalamnya dalam satu semangat; Semangat Merdeka.

Buku dengan ketebalan 772 halaman ini dibagi dalam 44 bagian, berisi perjalahan hidup Ali Hasjmy dengan berbagai fragmen keterlibatannya dalam perjalanan sejarah Aceh. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Bulang Bintang di Jakarta pada tahun 1985.

Ali Hasjmy merupakan salah satu sosok manusia Indonesia yang langka, yang mampu memanfaatkan keseluruhan hidupnya untuk meraih pahala melalui amal ilmiah. Ia masih mampu berkarya di usia yang sudah mencapai 70 tahun.

3955134_77af55bd-462a-425d-bbcc-1980a840fd41_640_640.jpg
Buku Semangat Merdeka karya Ali Hasjmy sumber

Tulisan di dalam buku ini berisi berbagai dimensi kehidupan Ali Hasjmy, mulai dari masa kecil, masa remaja, dewasa, hingga masa tua. Dalam perjalanan panjangnya itu ia berkiprah dalam banyak hal, yang smeua itu tercatat dalam tinja sejarah.

Sosok Ali Hasjmy dikenal sebagai ulama, politisi, sastrawan, budayawan, hingga kolektor berbagai manuskrip dan benda purbakala Aceh. Karena itu pula ia sering disebut sebagai manusia paling kompleks.

Dalam mukaddimah buku ini, Ali Hasjmy sendiri menjelaskan bahwa buku ini berisi cuplikan-cuplikan yang melukiskan bahwa “Semangat Merdeka” tetap membara dan pada waktu-waktu tertentu marak menyala dalam dada bangsa Indonesia, baik sebelum mapun setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.

Sementara Muhammad Salim SH, Sekretaris Jendral Departemen Kehakiman dalam sambutannya pada tasyakur ulang tahun Prof Ali Hasjmy ke-70 mengatakan bahwa buku Semangat Merdeka: 70 Tahun Menempuh Jalan Perjuangan dan Pergolakan Kemerdekaan, sebagai sebuah karya yang dapat mengisi kekosongan dalam penulisan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, yang akan memberikan manfaat bagi generasi penerus bangsa.

Pada acara tasyakur ulang tahun ke-70 tahun Ali Hasjmy tersebut, yang ditandai dengan peluncuran dan penyerahan buku ini, sambutan juga disampaikan oleh para kerabat dan kawan-kawan seperjuangan Ali Hasjmy, baik dari Aceh maupun nasional, mereka antara lain adalah: Prof KH Ibrahim Husin, H Anton Timur Djaelani MA. Sementara doa tasyakur ulang tahun ke-70 dan peluncuran buku ini disampaikan oleh Dr KH EZ Muttaqien.

Dari 44 bagian buku ini, kita bisa membaca bagaimana perjalanan hidup dan peran Ali Hasjmy dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bagian pertama buku ini dimulai dari kisah kecil Ali Hasjmy dalam Cerita Perang yang Membangkitkan Semangat.

Dilanjutkan ke bagian-bagian selanjutnya: Belajar Sekalipun di Sekolah Kafir, Pergeseran Pusat Pendidikan dan Pengetahuan Islam, Tiga Bulan dalam Penjara Kolonial, Dari Medan Gerilya Beralih ke Perjuangan Politik, 26 Hari Bergerilya di Kaki Bukit Barisan, 12 Maret 1942 Jepang Mendarat di Aceh.

Bagian selanjutnya berisi tentang: Missi Kami di Kantor Atjeh Sinbun, Aceh Memberontak Terhadap Jepang, Gema Proklamasi 17 Agustus di Aceh, Antara yang Yakin dan Ragu, Semangat Merdeka Suara Republik Pertama di Aceh, Bagaimana Caranya Mempertahankan Proklamasi, Divisi Rencong Lasykar Terkuat di Aceh.

Isi buku terus mengalir dari satu fragmen sejarah kef ragmen lainnya yang saling berkaitan, hingga kemudia ditutup pada bagian ke-43 yang berisi Fatwa Ulama Aceh: Ajaran Komunis Haram Hukumnya. Dan bagian penutup (44) berisi tentang Kebahagiaan Seorang Ayah.

Buku ini sangat layak dibaca oleh siapa saja yang tertaik pada kajian-kajian sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia di Aceh dan tentang sosok Ali Hasjmy. Buku yang wajib dibaca oleh mereka-mereka yang menyebut dirinya sebagai Hasyimian alias pengikut Ali Hasjmy.


Posted on RealityHubs - Rewarding Reviewers


Comments 0