Fidel Castro: 60 Tahun Menentang Amerika Serikat


Fidel Castro anak seorang tuan tanah di Kuba, sejak mahasiswa aktif dalam perjuangan anti Amerika. Karir politiknya cemerlang sampai menjadi presiden yan paling berpengaruh di negeri Amerika Latin tersebut.

Buku yang ditulis oleh A Pambuni ini membahas garis perjalan perjuangan dan perjalana hidup Fidel Castro yang menjadi legenda masyarakat Kuba. Pada usis 30 tahun Fidel Castro melihat bagaimana Batista melakukan kudeta dan membatalkan pemilu.

Kejadian itu membuatnya menempuh jalan kekerasan. Ia memimpin penyerangan terhadap barak militer Moncada. Sejak itu Fidel Castro menyatakan perang terhadap Batista. Pada usis 33 tahun Fidel Castro berhasil menggulingkan kekuasaan Batista dan mengangkat dirinya sebagai pemimpin Kuba.

Fidel Castro sangat memusuhi Amerika Serikat, ia bersahabat dengan Uni Soviet, dan nyaris mengadu Amerika Seriat dengan Uni Soviet dalam perang nuklir. Pemerintah Amerika Serikat menghukum Fidel Castro dengan embargo ekonomi agar rakyat Kuba memberontak kepadanya. Menariknya Fidel Castro bisa bertahan, dan bagaimana ia mempertahankan kekuasaannya itu, inilah yang dibahas dalam buku ini.

Castro.jpg
Buku Fidel Castro 60 Tahun Menentang Amerika sumber

Buku setebal 215 halaman ini diterbitkan pertama kali dalam edisi bahasa Indonesia oleh Penerbit Narasi pada tahun 2007. Ditulis dengan sebelas bagian tulisan. Tulisan pertama pertama setelah pengantar penerbit berjudul “Robin Hood dari Sierra Maestra”.

Bagian pertama ini dibuka dengan kutipan dari Armandi Llorette yang menulis tentang Fidel Castro sebagai “Manusia yang telah ditakdirkan, tangan Tuhan berada di belakangnya. Ia sahabat orang kecil, berjuang demi petai yang tak punya tanah, demi rakyat miskin yang tertindas.”

Bagian pertama ini juga membahas tentang bagaimana masa lalu Fidel Castro yanglahir dan hidup dalam keluarga yang berantakan, masa lalunya malah disamakan dengan Adolf Hitler, yang dilahirkan dalam keluarga yang secara ekonomi tidak kekurangan, tapi kurang mendapat kasih sayang.

Dilanjutkan kemudian ke masa-masa Fidel Castro bertualang saat mahasiswa sebagai pemimpin kelompok pecinta alam. Selama bertualang di daerah pegunungan, ia mendatangi tempat-tempat latihan rahasia gerilyawan pemberontak Dominika yang berniat menghancurkan Rafel Trujillo.

Kecintaan Fidel Castro pada pertualangan dan kebenciannya pada kediktatoran membawanya bergabung dengan ekspedisi Agustus 1947, rombongannya diserang tentara Trujillo, akibatnya Fidel Castro yang saat itu masih berusia 21 tahun melarikan diri ke luar Dominika dengan cara berenang di laut.

Setelah upaya penggulingan kediktatoran Rafel Trujillo gagal, Fidel Castro melarikan diri ke New York, Amerika Serikat, di sana ia menggalang kekuatan untuk melawan dominasi Amerika Serikat dan Uni Soviet. Dari Amerika Serikat ia kemudian menyebrang ke Kolumbia. Pada 9 April 1948 ia terlibat kerusuhan politik di Bogota yang menewaskan Jorge Eleicer Gaitan, kandidat terkuat calon Presiden Kolumbia dari Partai Liberal.

Bagian-bagian selanjutnya buku ini berkisah tentang kerusuhan Bogota dan keterlibatan Fidel Castro di dalamnya, kisah penyerbuan barak militer di Moncada, dari Meksiko ke Sierra Maestra, Tumbangnya Batista, Invasi Teluk Babi, Di Ambang Perang Nuklir, Penjaga Gawang Blok Timur, Inspirasi untuk Bertahan Hidup, kemudian bagian terakhir ditutup dengan Pribadi Fidel.


Posted on RealityHubs - Rewarding Reviewers


Comments 0