Book Review: Islam dan Hak Asasi Manusia


Buku ini berisi tentang dokumentasi politik pokok-pokok pikiran partai Islam dalam sidang konstituante 5 Februari 1958. Ditulis oleh Prof Dr Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddiegy, cendikiawan muslim kelahiran Lhokseumawe, Aceh, 10 Maret 1904.

Prof Dr Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy pernah menyampaikan pidatonya tentang Hak Asasi Manusia (HAM) berdasarkan Syari’at Islam di depan sidang Konstituante RI pada tanggal 5 Februari 1958. Pidato ini untuk memberikan pokok-pokok pikiran yang akan dimasukkan dalam batang tubuh Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950.

Isi pidatonya itulah yang diedit kembali tanpa mengubah isi dan diterbitkan dalam sebuah bentuk buku. Selama hidupnya Prof Dr Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy telah menulis 72 judul buku dan 50 artikel di bidang tafsir, hadist, fiqh dan pedoman ibadah umum. Pemikirannya juga diakui dunia Internasional. Ia pernah menjadi pembicara pada acara Internasional Islamic Colloquium yang diselenggarakan di Lahore Pakistan, tahun 1958.

Islam_dan_HAM_TM_Hasbi_Ash_Shiddieqy.jpg
Buku Islam dan HAM karya Prof Dr Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy sumber

Prof Dr Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy dalam buku ini mengulas tentang pandangan Islam terhadap HAM, analisis kritis atas sejarah kemunculan HAM yang berpedoman pada Firman Allah SWT (Al-Quran), Sunnah Nabi Muhammad SAW. Secara sederhana tapi dalam, Ash Shiddieqy menulis:

“Saya hendak mengupas Hak-hak Asasi Manusia dari segi Islam terlepas dari ta’asun pribadi dan fanatik partai atau mazhab, pun terlepas dari ta’asub dan fanatik seseorang yang dikagumkan. Saya akan mengemukakan Hak-hak Asasi Manusia dalam Syari’at Islam menurut Firman Allah yang diwahyukan kepada Muhammad dan menurut Sunnah Muhammad SAW, yang direalisasikan oleh sahabat-sahabat besar yang rasyidin. Tegasnya, saya sebagai seorang muslim yang memperjuangkan dasar-dasar Islam, memperkatakan Hak-hak Asasi Manusia yang telah ditetapkan oleh Syari’at Islam semenjak tiga belas setengah abad yang lalu. Saya mengemukakan hal ini sebagai dari yang telah saya gali dari Al-Quran dan Sunnah Muhammad SAW.”

Menurut Ash Shiddieqy, Islam sesungguhnya bukanlah agama semata-mata dalam artian sebagaimana agama itu sekarang lazim ditafsirkan. Islam adalah satu weltanschauung (pandangan hidup) yang luas dan dalam, baik yang bersifat kejiwaan maupun kebendaan menguasai manusia dan masyarakat, termasuk dalam segala prinsip dari hak-hak dan kewajiban-kewajiban manusia dan negara, dan mengenai segala sudut kehidupan, baik sipil dan politis, maupun ekonomis, sosial dan kebudayaan, baik Nasional maupun Internasional.

Perkataan Islam itu telah meliputi semua konsep tersebut secara integral dan tiada dapat dicerai-beraikan. Dengan sifatnya yang seperti itu, maka sejak awal Islam telah jadi satu gerakan pembebasan yang besar yang meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari kesadaran batin orang seorang hingga menuju kepada kehidupan masyarakat.

Jauh sebelum adanya Magna Charta, Habeas Corpus Act, Bill of Rights, Declaration de Droit de 1 Homme et du Citoyen dan lain sebagainya. Dan jauh sebelum lahirnya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM), yang setiap tanggal 10 Desember diperingati sebagai hari HAM oleh masyarakat dunia sekarang ini.

Islam telah mengenalkan HAM sejak 14 abad silam. Islam telah memberikan kepada manusia HAM yang diperlukannya. Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi martabat manusia dan kemanusiaan. HAM dalam Islam telah lahir jauh sebelum revolusi Perancis dan Panitia Penyusun Hak-hak Asasi Manusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendeklarasikannya.

Menurut Ash Shiddieqy, apa yang dimaksud dengan hak-hak tadi ialah: “Meninggikan derajat manusia, dan memungkinkan mereka berserikat, berusaha untuk kebajikan manusia umum dan untuk memelihara kemuliaan kemanusiaan, serta menghidupkan bakat yang ada pada diri seseorang dan membantu manusia dalam usaha mereka mempergunakan segala kekuatan akal dan tubuh.”


Posted on RealityHubs - Rewarding Reviewers


Comments 2


Nyan mantap. Prof Hasbi awak Mon Geudong, Lhokseumawe.

26.11.2019 02:17
0

I am grateful for the amount of time and effort you put into this.


Posted on RealityHubs - Rewarding Reviewers

26.11.2019 09:29
1