Acehnologi: Studi Tentang Aceh Sebagai Bidang Ilmu Pengetahuan


Buku ini sangat cocok untuk mereka-mereka yang ingin mendalami studi tentang Aceh. Ditulis melalui pendekatan sosial antropologis, membawa spirit kritis untuk melihat Aceh lebih mendalam.

Buku ini ditulis oleh Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad untuk membuka wacana studi tentang Aceh. Menurunya, selama ini Aceh banyak dikaji, mulai dari Christian Snouck Hurgronje hingga Edwar Aspinal, dari Leiden hingga ke London.

Tapi studi tentang Aceh selama ini hanya sebagai pelengkap, belum menjadi suatu bidang ilmu tersendiri. Hal inilah yang coba dibuka oleh Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad melalui buku ini.

acehnologi.jpg
Tampak depam buku Acehnologi

Ia merancang sebuah konsep bagaimana studi tetang ke-Aceh-an itu diangkat menjadi suatu bidang ilmu, yang dikaji, ditelaah, dan diteliti dari berbagai perspektif dan pendekatan keilmuan. Tapi untuk menuju ke sana ia menilai masih butuh jalan panjang, karena itu melalui buku ini, Kamaruzzaman Bustaman-Ahmad mencoba untuk membangun dasar-dasar pemikiran untuk suatu bidang keilmuan, Aceh studies.

Buku ini, sebagaimana pengakuan Kamaruzzaman Bustaman-Ahmad dalam kata pendahuluannya, dua bab secara khusus ingin mendalami bagaimana cara memahami alam pikiran ke-Aceh-an yaitu melalui studi terhadap wacana kearifan lokal dan isu yang paling dilarang di Aceh, yakni wahdat al-wujud.

Buku ini ditulis dalam sebelas bab, disertai dengan pendahuluan dan poskrip. Bab pertama mengkaji tentang bagaimana kontribusi ilmu-ilmu sosial dalam meneliti kehidupan masyarakat di Aceh. Bab ini berisi pemaparan tentang pandangan awal apa itu sosiologis dan antropologis.

Kemudian pada bab kedua, Kamaruzzaman Bustaman-Ahmad membedah makna kearifan lokal Aceh dari perspektif kajian ’irfani. Kajian yang bersifat estimologis mengenai bagaimana memahami aspek metafisika dunia ke-Aceh-an. Dialnjutnya ke bab tiga mengenai isu sentral dalam kajian Islamisasi ilmu.

Dilanjutkan ke bab empat yang berisi kajian yang memberikan pemahaman terhadap persoalan insan kamil yang pernah menjadi perdebatan hangat di kalangan intelektual Aceh. Membaca bagian ini pembaca diajak menyalami bagaimana yang dikatakan dengan konsep penyatuan manusia dengan tuhan.

Pada bab-bab lainnya, Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad mengajak pembaca untuk memahami beberapa fenomena di Aceh sebagai bagian dari proyek Acehnologi, yang juga memaparkan bagaimana keadaan terkini mengenai persoalan otoritas dan kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Melalui buku ini Kamaruzzaman Bustaman –Ahmad memberikan suatu pemahaman apa itu Acehnologi dan bagaimana merakitnya supaya diterima dan dikaji secara mendalam oleh siapa saya yang tertarik pada isu-isu tentan ke-Aceh-an.


Posted on RealityHubs - Rewarding Reviewers


Comments 0