Duh! Air Mataku Meleleh Karena Bu Risma


Sumber Foto : Suarasurabaya.net

Artikel ini pernah dimuat di blog penulis yang ada di Kompasiana.

"Kalau boleh saya diberikan kesempatan, saya akan sujud di depan Bapak/ibu sekalian, karena saya terimakasih sekali. Kaki saya tidak kuat," Kutipan Bu Risma di acara Nota Kesepakatan Pemkot Surabaya dengan Astra Group Surabaya.

Sebetulnya saya agak bingung menulis mengenai hal ini, karena saya takut apakah ini termasuk tulisan yang layak dibaca atau tidak. Akan tetapi jujur saja ketika saya melihat status laman Facebook E100 dan membaca bahwa Ibu Walikota Surabaya Tri Rismaharini (Bu Risma) sempat menangis dan bersujud dihadapan hadirin, tanpa terasa air mata saya ikut meleleh.

Saya tidak akan menulis banyak mengenai detail kejadian ini, bagi yang ingin mengetahuinya silakan lihat beritanya yang berjudul Risma Sujud Syukur, 300 Anak Putus Sekolah Bisa Magang di Perusahaan. Saya hanya ingin berbagi apa yang saya rasakan ketika membaca dan melihat video Bu Risma yang bersujud dihadapan hadirin yang ada dalam acara tersebut. Sebelum kejadian ini beliau juga pernah bersujud di depan Anggota Takmir Masjid yang telah diundang oleh Pemkot Surabaya ketika rentetan teror bom terjadi di Surabaya.


Teringat di waktu saya pernah bertemu dengan beliau secara tidak sengaja ketika sedang makan di sebuah rumah makan. Pada saat itu beliau masih belum resmi menjabat sebagai Walikota Surabaya (tetapi sudah terpilih secara definitif sebagai pemenang Pilkada Kota Surabaya 2010). Beruntung pada saat itu kondisi rumah makan tidak terlalu ramai. Saya dengan keluarga saya berinisiatif menunggu beliau dan suaminya sampai selesai makan. Tiba-tiba tercetus ide istri saya untuk meminta waktu kepada Bu Risma untuk berfoto bersama

Sumber foto : Dokumen pribadi

Istri saya awalnya malu-malu mendekati Bu Risma, akan tetapi kebetulan di sana beberapa karyawan dan pemilik rumah makan juga ingin berfoto bersama dengan beliau. Jadi secara beramai-ramai kami sepakat meminta kesediaan beliau untuk berfoto bersama, tanpa dinyana Bu Risma menyanggupi permintaan kami. Alhasil kami pun berfoto bersama secara bergantian, tapi sayangnya dokumentasi yang tertinggal saat ini hanya foto saya dan Bu Risma. Dokumentasi foto keluarga saya bersama Bu Risma telah raib ketika rumah saya kecurian dan laptop saya juga dibawa oleh maling yang membobol rumah saya (mohon kiranya kalau malingnya membaca tulisan ini, kembalikan file-file foto keluarga saya).

Selain itu dulu ada tetangga saya yang pernah cerita ketika Bu Risma masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya (2005), ternyata galaknya bukan main. Ternyata tetangga saya itu pernah kena marah, ketika itu ia sedang melaksanakan proyek yang didapat dari Pemkot Surabaya. Kata tetangga saya, kalau sudah marah, waduh! Omongannya Bu Risma bisa bikin orang sakit hati.

Kembali lagi pada perasaan saya ketika melihat berita dan video Bu Risma ketika kembali bersujud di hadapan orang banyak. Jujur saja saya merasa terharu sekaligus trenyuh, terlepas dari sisi negatif Bu Risma (ada yang berpendapat bahwa beliau kurang tegas ketika berhadapan dengan para developer perumahan di Surabaya), saya melihat sosok seorang ibu yang sedang memperjuangkan anak-anaknya untuk mendapatkan kehidupan yang layak walaupun sudah putus sekolah.

Terlebih lagi ketika membaca komentar para warganet yang mengungkapkan rasa simpati yang mendalam, tanpa terasa air mata saya meleleh. Tidak terbayangkan bagi saya, seorang Walikota Surabaya dengan menangis dan bersujud mengucapkan syukur dihadapan orang banyak demi anak-anak yang putus sekolah. Semoga sehat selalu Bu Risma, terima kasih sudah menjadi Walikota kami! (hpx)


Comments 5


Telah kita upvote dan reblog yah ke ribuan follower.. :-] Trim's telah memilih @puncakbukit sebagai witness dan kurator.

02.01.2020 16:16
0


Postingan ini telah dibagikan pada kanal #Bahasa-Indonesia di Curation Collective Discord community, sebuah komunitas untuk kurator, dan akan di-upvote dan di-resteem oleh akun komunitas @C-Squared setelah direview secara manual.


This post was shared in the #Bahasa-Indonesia channel in the Curation Collective Discord community for curators, and upvoted and resteemed by the @c-squared community account after manual review.
@c-squared runs a community witness. Please consider using one of your witness votes on us here

02.01.2020 16:20
1

Terima kasih 🙏

03.01.2020 15:04
0

Hi @happyphoenix!

Your post was upvoted by @steem-ua, new Steem dApp, using UserAuthority for algorithmic post curation!
Your UA account score is currently 4.741 which ranks you at #1587 across all Steem accounts.
Your rank has not changed in the last three days.

In our last Algorithmic Curation Round, consisting of 86 contributions, your post is ranked at #69.

Evaluation of your UA score:
  • Some people are already following you, keep going!
  • Your contribution has not gone unnoticed, keep up the good work!
  • Try to work on user engagement: the more people that interact with you via the comments, the higher your UA score!

Feel free to join our @steem-ua Discord server

03.01.2020 09:03
0