The Diary Game || Sabtu, 26 Desember 2020 || Acara Kumpul-Kumpul


IMG_20201226_174140.jpg
Gambar pembuka: Di rumah nenek bersama sanak saudara


Hai sahabat steemian semua. Apa kabar ? Semoga semua dalam keadaan sehat tanpa kurang satu apapun. Hari ini saya ingin menulis kembali catatan harian, yang mudah-mudahan bermanfaat bagi saya sendiri khususnya, dan harapannya untuk pembaca yang budiman.

Pukul 5:25 WIB, saya bangun dan segera bergegas pergi ke sumur untuk berwudhu'. Dilanjutkan dengan menunaikan sholat subuh.

Pukul 10:00 WIB, pergi ke kios Kamaruzzaman untuk membeli rokok. Disitu saya bertemu dengan Saifuddin, yang juga kebetulan ingin membeli rokok. Lalu kami duduk santai di depan kios Kamaruzzaman, sambil menghisap kretek masing-masing.

Pukul 11:00 WIB, teungku Imum Mukhtar, membuat pengumuman di Menasah, mengajak semua warga khususnya laki-laki, untuk segera bersiap-siap pergi ke acara maulid di desa Kambam. Saya dan Saifuddin kemudian berkumpul bersama rombongan, lalu berangkatlah kami ke Kambam untuk menghadiri undangan khanduri maulid.

IMG_20201227_111135.jpg
Menunggu instruksi dari teungku Imum

Sekitar pukul 11:10 Menit, tibalah kami di desa Kambam, tepatnya di Menasah Kambam, tempat acara maulid berlangsung. Setelah memarkir sepeda motor di salah satu rumah warga yang dekat dengan Menasah. Kami tidak langsung masuk, tapi menunggu instruksi dari teungku Imum. Karena di dalam Menasah masih ada tamu dari desa lain yang sedang menikmati khanduri maulid. Setelah berdiri di luar area Menasah sekitar 5 menit, kami pun dipersilahkan masuk oleh panitia penyelenggara maulid.

IMG_20201227_111628.jpg
Kami bergegas melangkah masuk


Tradisi penyajian makanan khanduri maulid di Kambam sedikit berbeda dari desa yang lainnya yang pernah saya hadiri. Disini nasi dibagikan dalam bentuk bungkusan lengkap dengan lauk pauk, seperti telur rebus sambal, kacang dan tempe goreng, daging ayam masak merah, dan lain sebagainya.

IMG_20201227_112439.jpg
Makanan jatah saya dalam plastik

Karena makanan yang dibagikan dalam bentuk bungkus, sebagian warga ada membawa pulang untuk di nikmati di rumah, atau di kedai kopi. Sementara saya dan Saifuddin tetap menikmatinya di sana. Saya malu membawa makanan pulang, apalagi di lihat orang-orang berjalan sambil menenteng makanan di tangan. Saya jarang sekali membawa pulang makanan saat pergi ke acara maulid, walaupun di suruh bawa pulang. Lebih baik saya kasih ke teman daripada menenteng membawa pulang.

Pukul 13:00 WIB, saya pulang ke rumah untuk berisitirahat. Saya tertidur sampai pulas sekali, karena merasa kenyang dan sedikit lelah. Saya baru terbangun pukul 13:50 WIB, setelah dibangunkan oleh ibu saya untuk sholat zuhur.

Pukul 2:30 WIB, toke saya menelpon saya untuk datang ke sana mengambil gaji. Alhamdulillah, ucap saya dalam hati, saking senangnya. Saya segera datang ks sana untuk mengambil gaji saya, setelah bekerja seminggu ke belakang.

Pukul 16:WIB, saat saya sedang bersantai di warung Lia, tiba-tiba adik saya menelpon. Dia menyuruh saya pulang karena ibu mengajak untuk pergi ke Glee Dagang, Kecamatan Sawang. Sebelum pulang, saya membayar minuman dan hutang saya pada Lia, sekitar 57 ribu Rupiah. Setelah itu saya langsung pulang ke rumah.

Pukul 17:00 WIB, usai sholat ashar, saya pergi ke tempat nemek saya di desa Glee Dagang. Di perjalanan saya mengendari motor dalam kecepatan sedang, yaitu 60 km/jam. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, dengan melewati pasar Inpres Krueng Manee, dan juga jalan elak, tibalah kami di rumah nenek di desa Glee Dagang.

IMG_20201226_174142.jpg
Suasana di rumah nenek sudah ramai


Saya lihat di rumah nenek sudah ramai oleh family saya yang hadir. Ternyata ada nenek saya mengadakan acara khanduri maulid. Melihat moment seperti ini membuat saya merasa terharu dan bahagia, karena bisa berkumpul bersama saudara.

Jarang sekali kebersamaan seperti ini terjadi, kecuali bila ada acara seperti ini.

Karena puncak acaranya besok, ibu tidak bolehkan pulang, dan nenek meminta ibu untuk menginap. Nenek juga memaksa saya untuk menginap, tapi saya bilang tidak bisa dengan memberikan berbagai alasan. Akhirnya saya berhasil meyakinkan nenek, dan saya pun di izinkan untuk pulang.

Pukul 19:30 WIB, atau tiba waktu malam, rutinitas saya tak ada yang berarti, hanya duduk bersantai di warung kopi bersama kawan di sana. Ada yang bermain game, ada yang melihat video di Yutub, dan ada juga membaca berita seputar perkembangan politik di Indonesia. Sementara televisi tak ada yang menonton, karena masing-masing sibuk dengan gadget di tangan.

Pukul 11:20 WIB, saya pulang lebih awal, karena mata mulai mengantuk. Sesampainya di rumah, saya sudahi rangkaian rutinitas saya dengan menuangkannya ke dalam history diary saya.

Terimakasih saya ucapkan kepada :

@anroja

@ernaerningsih

@nazarul

@inwi

@sultan-aceh

Dan tak lupa juga ucapan terimakasih kepada semua teman-teman member steemsea yang aktif menelurkan karya-karya indahnya di kontes diary game.

Sukses untuk kita semua.

Best Regards

@fackrurrazi


Comments 3


Postingan ini telah dihargai oleh akun kurasi @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Selalu ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info terbaru.

Salam @ernaerningsih.

28.12.2020 08:25
0

Terimakasih banyak atas dukungan buk @ernaerningsih 😊

28.12.2020 13:46
0

Beware this is a fake account of @midiagam

01.01.2021 05:52
0