The Diary Game || Rabu, 16 Desember 2020, Gagal Menikmati Mie Apa Yan, Akibat Macet Di Jalan


IMG_20201217_173021.jpg
Gambar pembuka, padat kendaraan di jalan


Selamat malam Steemians.

Semoga teman-teman semua selalu dalam keadaan sehat, tidak kurang satu apapun. Pada kesempatan ini saya ingin menulis aktifitas saya hari ini. Saya memulai aktifitas hari ini saat bangun jam 6 pagi. Lalu saya segera pergi ke kamar mandi untuk membasuh muka, lalu menggosok gigi dan setelah itu saya berwudhuk.

Selesai berwudhuk, saya segera masuk ke dalam untuk melaksanakan sholat subuh. Pagi ini di kampung saya cuaca di langit sedikit mendung, dan di luar juga di sertai gerimis hujan. Suasana ini membuat saya malas. Namun perlahan cuaca dari mendung, kini berganti cerah.

Pukul 10:30 WIB, saya berangkat dari rumah menuju kedai kopi depan. Sesampai di sana saya langsung memesan segelas kopi panas.

IMG_20201217_115109.jpg
Kopi panas


Kopi disini rasanya nikmat sekali, pas di lidah. Ini karena racikan yang pas saat sang barista meramu kopi. Sambil menikmati kopi, saya juga bermain sosial media. Di laman Instagram banyak sekali yang akun yang saya follow memuat berita tentang Almarhum Guree geutanyoe bersama, yakni Abu Paloh Gadeng. Hati sangat tersentuh dan merasa kehilangan saat melihat foto almarhum Abu yang mereka posting. Saya sampai terbawa suasana, dan tanpa saya sadari waktu telah menunjukkan pukul 12:45 WIB. Kopi yang tadinya panas di gelas, kini telah dingin.

Sesaat kemudian suara azan berkumandang. Saya segera meninggalkan tempat tersebut, setelah membayar kopi yang telah saya minum.

Ketika sore tiba saya atau sekitar jam 5:20 WIB, saya ingin menikmati mie Bang Pon. Saya pun bergegas menuju ke sana usai dengan menaiki sepeda motor. Tapi ketika saya tiba di sana, saya lihat rak mie bang Pon masih tertutup dengan kain berwarna hitam. Itu artinya hari ini bang Pon tidak jualan.

IMG_20201217_172857.jpg
Rak mie bang Pon, yang tertutup kain hitam dalam area kedai kopi


Di sana hanya ada bang Him, yang duduk paling belakang, dan beberapa pengunjung lain.

IMG_20201217_172852.jpg
Pemandangan di tempat bang Pon jualan mie
masih sepi


Saya tidak berlama-lama, dan segera pergi ke Cot Murong, untuk menikmati mie Apa Yan. Namun saat hendak menyeberang, saya harus menunggu sampai 20 menit lebih. Ini karena padatnya kendaraan di jalan.

IMG_20201217_173022.jpg
Seorang pesepeda motor melintas di depan saya


Karena kelamaan saat menunggu jalan sepi, dan hari pun semakin gelap. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak jadi pergi ke Cot Murong untuk membeli mie Apa Yan. Saya habiskan waktu jembatan ini sambil menonton anak-anak desa Tanjung bermain bola.

IMG_20201217_173141.jpg
Anak-anak bermain bola


Anak-anak ini mengingatkan saya saat kecil dulu. Mereka terlihat begitu kompak bermain bersama, dengan penuh canda tawa.

IMG_20201217_173154.jpg
Keseruan anak-anak bermain bola


Dulu di lapangan ini saat sore, sering di gunakan oleh pemuda desa Tanjung bermain bola. Tapi kini sudah diwarisi kepada genarasi cilik sebagai penerus mereka. Kelak anak-anak ini akan menjadi pemain top sepakbola, seperti Ronaldo, dan Messi 😃

Waktu terus berlalu, kini hari mulai gelap, dan sebentar lagi akan berganti malam. Kemudian saya segera beranjak pergi meninggalkan anak-anak yang masih bermain bola.

Pukul 18:30 WIB, saya sampai di rumah. Setelah sholat magrib, saya tiduran saja di kamar, dan melihat video di Youtube, sambil menunggu azan isya. Setelah satu jam berlalu, azan berkumandang, dan saya bersiap untuk sholat. Baru setelah itu saya merampungkan catatan harian saya, setelah sebelumnya keluar dan berkumpul bersama sahabat. Kemudian saya langsung tidur, karena merasa sangat kantuk.

Sampai disini dulu perjumpaan kita, lain waktu kita bersama lagi.

Terimakasih kepada

@anroja

@ernaerningsih

@nazarul

@radjasalman

Dan kepada semua tim Steemit, dan juga kepada teman inspiratif semua.

Best Regards

@fackrurrazi

Steem On


Comments 0