Cinta dan kasih sayang seorang ibu


imagesde.jpg
Foto bersumber dari google.

Di sebuah gebuk tua tinggalah seorang ibu dengan seorang anak laki-laki yang berusia 6 tahun, anak semata wayang nya tidak pernah menganyam pendidikan formal hanya sanya dialah ibu yang merangkap menjadi guru,Sudah 2 tahun ayah nya meninggal dunia, ibunya bersusah payah membesarkan anak nya seorang diri, saat ayahnya meninggal tidak banyak harta yang di tinggalkan hanya gebuk tua yang sudah lapuk dimakan rayap,dengan dinding dari ayaman bambu dan atap dari ayaman daun rumbia.
Masyarakat kampung biasa nya memanggilnya bik inah,bik inah setiap hari bersama anak semata wayang nya, pergi ke hutan untuk mencari kayu dan ranting-ranting dari pepohonan kering untuk di jadikan kayu bakar, baik untuk memasak maupun untuk memanaskan diri disaat cuaca dingin melanda, selain mencari kayu bakar untuk keperluan diri dan anak nya, bik inah juga menjualnya di pasar maupun di tukar dengan makanan untuk kebutuhan mereka sehari-hari.

Dengan usia yang tidak muda lagi bik inah tetap harus bekerja untuk menafkahi diri dan anak semata wayang nya, saat sakit bik inan jarang langsung ia tunjukkan kepada anak semata wayang nya. Seolah-solah ia selalu terlihat sehat dan bahagia, siapa yang tau apa yang ia rasakan sebenarnya, yang jelas kebahagian anaknya adalah kebahagian dirinya juga. Adakala disaat kayu bakar tidak ada satu pun orang membeli ia dengan wajah sedih dan perut lapar pulang bersama anak semata wayang nya itu, di rumah tidak ada satu pun makanan yang bisa di makan, anak semata wayang nya itu terus menangis karna kalaparan, ia berkat kepada anak nya itu "tidurlah dulu sayang ibu akan keluar untuk membeli nasi" padahal tidak ada sepersen pun uang yang ia miliki, ia lakukan itu agar anak nya berhenti menangis,dan pergi untuk tidur, ia bergumam dalam hati "yatuhan kemana lagi saya mencari uang untuk membeli nasi" dengan wajah berlinang air mata ,bik inah keluar dengan harapan mendapatakan orang yang membeli kayu bakar.

Di tengah perjalanan bik inan melihat sebuah tas hitam yang tergeletak di pinggiran semak belukar, ia hampiri dan membuka tas tersebut, betapa kagetnya saat ia melihat tas tersebut penuh dengan uang, dengan tubuh gemetaran bik inah, membuka semua tas tersebut dengan niat mencari kartu pengenalan, ia melihat ktp dengan nama irwansyah di kampung seberang, irwansyah adalah seorang saudagar kaya di kampung melati, badan nya terus gemeteran terus berjalan menuju rumah pak irwansyah di kampung melati,setiba di rumah pak irwansyah bik inah langsung mengabarkan perihal nya menemukan sebuah tas milik nya, betapa kagum nya atas kejujuran bik inah akhirnya bik inah mendapat pekerjaan di rumah pak irwansyah sebagai kepala pembantu,dan anak buk inah pun di sekolahkan oleh pak irwansyah smapai ke pengguruan tinggi.

Terimaksih kepada @steemadi
Maju terus steem sea
@anroja
@nazarul


Comments 0